Sebanyak 33 Sekolah Dasar di Bekasi Rusak

12 Januari 2010 Berita Pendidikan


Sebanyak 33 Sekolah Dasar Negeri di Bekasi, Jawa Barat dalam kondisinya rusak, kategori rusak sedang hingga berat. Sementara Pemerintah Kota Bekasi mendapat suntikan dana untuk rehabilitasi sekolah rusak Rp 12,04 miliar.

Kepala Seksi Kelembagaan Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman Irwandi, mengatakan kerusakan terjadi pada dinding dan atap bangunan sehingga tidak layak pakai. "Bangunan sekolah harus direhab," kata Krisman kepada Tempo di SDN Durenjaya VI, Bekasi Timur, Senin (11/1).

SDN Durenjaya VI merupakan salah satu sekolah dengan kategori rusak berat. Bahkan, Jumat malam pekan lalu, lima ruang kelas di lantai dua sekolah itu ambruk. Penyebabnya diduga, konstruksi bangunan yang sedang dalam perbaikan itu tidak bagus. Kaso kayu dan atap genteng runtuh. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Kepala Sekolah SDN Durenjaya VI Nur Hayati, mengatakan kontraktor PT Sarana Multi Mandiri menyatakan bertanggung jawab atas kerusakan bangunan. "Semua diganti pihak ketiga," kata dia. Dana perbaikan SDN Durenjaya VI sebesar Rp 350 juta, cair pada 20 Desember 2009 lalu. Sepakan setelah pencairan, proyek perbaikan sekolah dilaksanakan.

Menurut Nur, alokasi dana masing-masing ruang kelas Rp 70 juta, meliputi bangunan, bangku dan meja belajar siswa. Akibat ambruk, seluruh siswa yang berjumlah 670 orang dialihkan belajar di SDN 5, 11, dan SDN 13.

Wakil Walikota Bekasi Rachmat Effendi, berjanji memeriksa ulang 33 sekolah yang sedang dalam perbaikan. "Saya minta penggunaan dana perbaikan sekolah dilaporkan terperinci," kata Rachmat.

Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya telah memberi batas untuk rehabilitasi sekolah rusak berakhir 2009 lalu. Jika ada proyek awal tahun ini, menurut dia, menyalahi ketentuan dan akan disidik unsur pelanggarannya.

HAMLUDIIN
Sumber: Tempointeraktif.Com