Sebanyak 26.000 Guru Pensiun, Kemdikbud Dorong Pengajar Ikut PPG

29 Juni 2015 Berita Pendidikan


Sebanyak 26.000 guru di Tanah Air kini akan pensiun tahun ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Penyusunan Program Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikdas Kemdikbud Tagor Alamsyah Harahap.

Praktis Indonesia kini kekurangan persediaan guru dan bahkan belum ada persiapan siapa yang akan menggantikan.

Data menunjukan bahwa Jawa Barat merupakan provinsi yang paling banyak guru pensiun. Guru yang pensiun tersebut merupakan guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Guru yang akan pensiun itu merupakan lulusan dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pada masa itu.

Sementara, saat ini jumlah guru yang telah ikut Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) baru 10.000 orang.

"Persediaan guru lulusan PPG terbatas. Masih banyak yang harus dilakukan untuk mengejar kekurangan guru tersebut."

Mengingat urgensi tersebut, mau tidak mau upaya mendorong guru-guru untuk segera mengikuti PPG sangat diperlukan. Tidak hanya lulusan lembaga pendidikan tinggi kependidikan (LPTK) yang bisa ikut program PPG, namun juga non LPTK yang ditunjuk. Guru yang ingin mengikuti PPG sendiri juga dipersilahkan dalam hal ini.

PPG yang nantinya diselenggarakan di 17 LPTK terpilih, juga terbuka bagi para sarjana non-kependidikan terutama untuk program studi khusus yang keahliannya sangat diperlukan. PPG kini dilangsungkan selama satu tahun dengan jumlah peserta akan disesuaikan dengan kebutuhan guru secara nasional.

Sebenarnya ledakan pensiun guru dalam jumlah besar-besaran terutama guru SD ini sudah pernah terjadi sejak 2012, dan akan berlangsung sampai 2018-2020. Hal ini berkaitan dengan penggalakan SD-SD inpres di berbagai wilayah pada era 1970.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)