Sebaiknya Selektif Pilih Guru Les

9 Desember 2013 Berita Pendidikan


Ada kalanya si kecil membutuhkan bantuan guru les privat untuk memaksimalkan kemampuannya. Namun, jangan sampai salah pilih guru les. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan memilih guru les untuk buah hati Anda.

1. Komunikasi yang baik
Tepat bukan berarti yang paling pintar atau paling menguasai. Karena saat berbicara mengenai pengajar untuk anak-anak, yang terpenting adalah ia bisa menyampaikan materi yang mudah diterima dan bisa sabar menghadapi anak-anak.

Ini bisa terlihat dari kali pertama Anda bertemu si calon pengajar. Ajak buah hati ikut serta, dan perhatikan bagaimana ia berinteraksi dengan anak Anda. Sambutan yang hangat dan kesabaran merupakan pertanda baik. Bisa juga dengan meminta rekomendasi teman-teman Anda yang juga memanggil guru les untuk anaknya.

2. Penguasaan materi
Secara penguasaan materi, tak perlu memilih guru berdasarkan jenjang pendidikannya. Jika buah hati masih di bangku sekolah dasar, tak masalah Anda mempercayakan buah hati untuk les pada siswa SMP, SMA, atau kuliah. Asalkan ia menguasai materi yang dibutuhkan si kecil, maka selisih satu tingkat di atas jenjang pendidikan yang diajar sudah cukup.

3. Keperluan anak
Setiap anak tentu memiliki cara penanganan yang berbeda dalam hal belajar. Maka, lihat sikap pengajar, apakah gaya didiknya sesuai dengan buah hati? Misalnya sang guru terlalu pendiam atau pemalu sementara buah hati sangat aktif berlari ke sana ke mari. Sebagai orangtua, Anda tentu paham tutor seperti apa yang diperlukan anak.

4. Punya target
Banyak orangtua tak memiliki target pasti saat memanggil guru les privat bagi anaknya. Padahal, ini harus dibicarakan sejak pada pertemuan pertama dengan calon pengajar. Target seperti, "Agar penggunaan Bahasa Inggris anak saya lebih baik," atau "Agar ia lebih pandai berhitung," tidak masuk hitungan.

Pasalnya, Anda harus menegaskan hasil yang Anda harapkan. Misal, "Setelah seminggu belajar, saya harap anak saya sudah menguasai perkalian hingga kelipatan enam," atau "Setelah anak sebulan belajar, saya ingin anak saya bisa berbicara seputar biodata, binatang peliharaan, juga membaca jam dalam Bahasa Inggris."

Tentu, ini harus disesuaikan dengan materi si kecil di sekolah dulu. Jika materi di sekolah sudah ia kuasai, baru boleh menambah dengan materi yang akan ia dapat di jenjang selanjutnya.

5. Harga
Mendiskusikan harga dimulai dengan perbincangan Anda dan pasangan. Tentukan angka maksimal yang akan Anda keluarkan per pertemuan atau per bulan. Baru cari calon pengajar yang sesuai dengan budget Anda.

(Dikutip dari beritaedukasi.com)