Sapu Angin 6 Tempuh 2.000 KM Per Liter

29 Maret 2012 Berita Pendidikan


SURABAYA - Tim Sapu Angin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, siap mengirim mobil kreasinya untuk berlaga dalam Shell Eco Marathon Asia (SEM) 2012 di Malaysia Juli mendatang. Tim ini akan membawa mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan, yakni Sapu Angin 6 dan Sapu Angin 7.

Wawan Aries Widodo, pembina tim mobil Sapu Angin 7 menuturkan, lomba di sirkuit Sepang, Malaysia, itu ditujukan untuk mendapatkan kendaraan yang menggunakan bahan bakar secara efisien. "Kami berupaya mengejar target penggunaan bahan bakar seefisien mungkin," katanya.

Menurut dia, ada dua jenis mobil yang dilombakan, yakni mobil kategori prototipe dan urban concept. Untuk kategori prototipe, peserta berlomba mendesain mobil futuristis dengan tujuan memaksimalkan efisiensi bahan bakar melalui elemen desain yang inovatif. Adapun untuk kategoriurban concept, peserta berlomba mendesain kendaraan roda empat yang hemat bahan bakar sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Dalam kompetisi tersebut, ITS menurunkan tiga tim mahasiswa. Tim Sapu Angin 6 berkompetisi di kelas prototipe dengan bahan bakar bensin, tim Sapu Angin 7 di kelas urban concept dengan mesin diesel berbahan bakar biodiesel (fame acid methyl ester 100 persen), dan tim Antasena berlomba di kelas hidrogen dengan bahan bakar sel (fuel cell).

Dalam kompetisi sebelumnya, lanjut dia, mobil Sapu Angin 5 yang menggunakan 1 liter bensin menempuh jarak 356 kilometer. Pihaknya memasang target lebih tinggi dalam kompetisi tahun ini. "Kalau bisa, tahun ini targetnya satu liter bensin bisa mencapai dua kali lipat jarak tahun lalu," tambahnya.

Untuk mencapai target itu, tim Sapu Angin bekerja keras memunculkan modifikasi terbaru mobil mereka. Kuncinya adalah memperingan bobot kendaraan sehingga bahan bakar semakin irit.

Manajer umum Tim Sapu Angin ITS 2012 Yoga Dwi mengatakan, dalam kompetisi sebelumnya, ITS selalu meraih penghargaan. Tahun ini ITS mengikuti kompetisi untuk yang ketiga kalinya.

Mobil Sapu Angin 6 ditargetkan menempuh jarak 2.000 kilometer untuk setiap liter bahan bakar, sedangkan Sapu Angin 7 ditargetkan menempuh jarak 700 km per liter bahan bakar. "Kami optimistis bisa mencapai target," jelasnya.

Presiden Direktur PT Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan, tim ITS secara konsisten menunjukkan prestasi dalam kompetisi tersebut. Inovasi generasi muda untuk mendorong penggunaan energi secara efisien seperti yang dilakukan mahasiswa ITS harus didukung semua pihak.

Sumber: kompas.com