Sambangi Berlin, Jokowi Ingin Pendidikan Vokasi di Indonesia Seperti Jerman

22 April 2016 Berita Pendidikan


Beberapa waktu lalu, dua Instruktur Politeknik Manufaktur Astra berkesempatan untuk berdialog dan bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam kunjungannya ke Siemens Technik Akademie di Berlin dalam hal praktik pendidikan vokasi di Jerman.

Dalam agendanya, Presiden Jokowi bertujuan untuk mendorong serta menjalin kerjasama di bidang pendidikan selain agenda utama di bidang ekonomi dan bisnis. Seperti yang Anda semua ketahui, kelebihan Jerman dari negara-negara lain adalah pendidikan vokasinya. Salah satu kekuatan Jerman kalau disebutkan Jokowi adalah sumber daya manusianya serta banyak dari itu semua memiliki kompetensi yang bagus. Hal inilah yang mendorong Jokowi ingin sekali Indonesia memiliki sistem pendidikan seperti Jerman.

Di waktu yang sama, Prijono Sugiarto selaku Presiden Direktur PT Astra International Tbk menambahkan bahwa Polman Astra telah menginisiasi program Meister dengan mengirimkan 2 instruktur Polman Astra untuk belajar dan meraih sertifikasi Meister. Langkah ini merupakan bagian dari strategi People Roadmap yang mengedepankan pengembangan sumber daya manusia selaras dengan pertumbuhan usaha yang mengintegrasikan nilai-nilai Astra yaitu Catur Dharma.

Untuk merealisasikan hal tersebut bersama Astra International, Yayasan Astra Bina Ilmu - Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) kini mengirimkan 2 instrukturnya yakni Elroy Fransiskus dan Marco Adribrata untuk menempuh pendidikan di Jerman selama 1 tahun agar mereka dapat meraih sertifikasi Meister di bidang Perawatan Otomotif di Alfons Kern Schule (AKS) di Kota Pforzheim, Jerman.

Diketahui bahwa Sertifikasi Meister merupakan pengakuan tertinggi terhadap kualifikasi kompetensi profesional dan vokasi di Jerman dan negara ini sendiri dicap baik sebagai rujukan dalam vokasi terbaik di seluruh dunia.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)