Safari Nuklir Ramadhan bagi Siswa

11 September 2009 Berita Pendidikan


Tradisi safari Ramadhan rupanya merambah juga ke bidang nuklir. Buktinya belum lama ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) juga melakukan safari ramadhan, dengan sebutan Safari Nuklir Ramadhan, yang berakhir Jumat (11/9). Safari Nuklir Ramadhan dilaksanakan dengan melibatkan ratusan siswa SMA dan ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Tanah Air.

Jika tahun lalu hanya melibatkan para pelajar SMA, kali ini melibatkan para mahasiswa. Batan juga berkesempatan berkunjung ke SMA se Jabodetabek,kata Dr Suparman dari Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) BATAN di hadapan puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Selasa (8/9) saat berkunjung ke Kawasan Nuklir Pasar Jumat. BEM Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, juga mendapat kesempatan yang sama, Rabu (9/9).

Lebih lanjut Suparman mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai sebagai sumber energi yang sangat prospektif dibanding pembangkit lain yang menggunakan bahan bakar fosil. Saat ini sebanyak 439 PLTN beroperasi di seluruh dunia dan menyumbang 16 persen listrik dunia, sedangkan 52 reaktor sedang dibangun dengan total kapasitas 45,9 GWe.

Safari Nuklir Ramadhan berjalan lancar para pembicara mendapatkan kesempatan memaparkan mengenai iptek nuklir secara umum dan prospek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia khususnya. Lalu dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berkunjung ke ruang peraga Gedung Perasten. Rangkaian acara diakhiri dengan buka bersama BATAN dengan mahasiswa.

Sementara itu, Kepala Bidang Diseminasi Pusat Diseminasi Iptek Nuklir (PDIN) BATAN Ir Eko Madi Parmanto menyatakan sosialisasi kepada para aktivis mahasiswa ini bertujuan agar para mahasiswa mendapat pengetahuan yang benar tentang iptek nuklir terutama PLTN.

Selama ini PLTN selalu mendapat stigma negatif di masyarakat, respon penolakan berupa demo dari aktivis mahasiswa juga sering dilakukan. Dengan adanya pemahaman yang benar tentang PLTN diharapkan para mahasiswa tidak asal ikut-ikutan melakukan demo, selain itu mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu mentransfer pengetahuannya langsung ke masyarakat,jelasnya. (mth)

Sumber: Harian Umum Pelita (pelita.or.od)