Rp 2,7 Triliun, Dana Pendidikan Itu dari Pusat Masih Mengendap

26 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Dana pendidikan dari pemerintah pusat masih mengendap 57,8 persen dari Rp 2,7 triliun. Dana itu belum diambil pengelola anggaran ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Jika dana ini sampai akhir tahun tidak diambil maka akan kembali ke kas negara.
"Kalau sampai tidak terpakai, maka yang dirugikan adalah kepentingan pendidikan. Tugas kami hanya mengucurkan anggaran, jika anggaran tidak diminta pengelola kami tidak bisa memberikan," tutur Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Sumatera Utara, Achmad Fadillah, Selasa (25/8) di Medan.

Berdasarkan catatan Kantor Wilayah Perbendaharaan Sumatera Utara sampai 25 Agustus, seluruh dana yang tersalur sebanyak 42,02 persen dari Rp 1,3 triliun. Salah satu anggaran yang sudah diminta penggunaannya adalah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sasaran dana ini diberikan kepada sekitar dua juta siswa di Sumut. Dana ini diambil dua kali oleh tim BOS Dinas Pendidikan Sumut pada 13 Maret dan 29 April 2009.

Adapun, secara umum, dana pendidikan dari pusat diberikan untuk keperluan pendidikan tinggi (dikti), pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen), pendidikan luar sekolah, dan peningkatan mutu pendidikan. Paling banyak dana diberikan pemerintah pusat untuk dikdasmen, yaitu senilai Rp 1,3 triliun.

Laporan wartawan KOMPAS Andy Riza Hidayat

Sumber: Kompas.Com