Ribuan Warga Pacitan Masih Buta Huruf

23 Oktober 2009 Berita Pendidikan


PACITAN-Ribuan warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, sampai saat ini masih belum bisa baca dan tulis atau buta huruf/aksara. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, Kamis, mengatakan, hingga tahun 2009 ini jumlah warga yang diidentifikasi masih buta aksara ada sekitar 3.609 orang. "Mereka rata-rata didominasi warga usia 45 tahun ke atas," kata Heru.

Meski begitu, Heru menolak jika dikatakan angka buta aksara itu terlalu besar. Dia beralasan, persentase warga yang belum melek huruf dibanding total jumlah penduduk hanyalah dikisaran 0,84 persen.

Persentase itu, kata Heru, masih jauh lebih kecil dibanding patokan buta aksara secara nasional, yakni sebesar lima persen. "Untuk warga dengan usia 40 tahun ke bawah selama ini nisbi tidak ada masalah. Cuma untuk mengatasi kasus buta aksara pada warga dengan usia 40 atau 45 tahun ke atas memang sedikit mengalami kendala," katanya menjelaskan.

Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan dinas pendidikan dengan elemen-elemen maysrakat madani. Di antaranya melalui kegiatan PKK, Muslimat NU, Aisyiah, dan lain sebagainya.

Tahun ini, lanjut Heru, bahkan telah ada sedikitnya 910 warga yang mengikuti kegiatan belajar membaca dan tulis. "Yang terpenting sekarang adalah bagaimana menjaga supaya daerah yang sudah terbebas tidak kembali menjadi daerah buta huruf," kata Heru mengajak berpikir positif.

Karena itu, untuk menarik minat belajar membaca, menulis dan berhitung warga dengan usia di atas 40 tahun, pemerintah bersama elemen-elemen masyarakat terkait juga meluncurkan program kewirausahaan.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan "afirmatif" pendidikan pemberdayaan perempuan lainnya. Seperti pendidikan kelompok, pendidikan keaksaraan mandiri yang pada hakikatnya pendidikan kecakapan hidup sebagai kelanjutan dari program keaksaraan yang sudah ada. ant/pur

Sumber: republika.co.id