Ribuan Siswa Korban Merapi Belum Bisa Bersekolah

11 November 2010 Berita Pendidikan


BOYOLALI - Ribuan siswa sekolah dasar (SD) di tiga kecamatan yang terkena dampak erupsi Merapi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sampai Rabu (10/11) belum bisa bersekolah.

Selain karena tidak tersedianya tempat untuk kegiatan belajar-mengajar, sarana dan prasarana untuk mendirikan sekolah darurat juga sangat terbatas. Alhasil, tidak banyak yang bisa dilakukan anak-anak itu selama berada di pengungsian.

Dari pantauan mediaindonesia.com di sejumlah posko pengungian, sebagian besar anak-anak dari Kecamatan Musuk, Cepogo, dan Selo, lebih banyak menghabiskan waktu dengan bermain bersama rekan sebaya. Kalau tidak, mereka mengikuti permainan pemulihan mental yang diselenggarakan oleh para relawan.

Wakil Bupati Boyolali Agus Purmanto yang ditemui di kantor pemerintah kabupaten setempat mengaku sangat prihatin dengan nasib yang dialami anak-anak itu. Terlebih sebentar lagi waktu pelaksanaan ujian akan tiba.

"Tadi saya sudah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera membentuk kelompok belajar bagi anak-anak itu. Supaya kegiatan belajar-mengajar bisa tetap berjalan," katanya.

Sementara itu, siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), kata Agus, tidak ada masalah. Mereka masih bisa bersekolah di sekolah lain yang berada di sekitar pengungsian dengan memanfaatkan ruang aula dan laboratorium.

Sumber: mediaindonesia.com