Ribuan Pelajar Tuntut Generasi Muda Bebas Rokok

30 Mei 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Lebih dari seribu pelajar dari berbagai sekolah melakukan aksi generasi muda menuntut bebas rokok, Ahad, 29 Mei 2011. Aksi diawali dengan melakukan long march dari Bundaran HI dan berakhir di depan Kantor Gubernur DKI Jakarta.

Aksi ini untuk memperingati hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh pada 31 Mei mendatang.

Dalam aksinya, gabungan pelajar dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas se-DKI Jakarta ini meneriakkan berbagai yel-yel antirokok. "Kami tidak mau merokok, bebaskan pelajar dari rokok," ujar Andi Saputra, siswa kelas X SMA Plus PGRI Jakarta.

Di depan Balai Kota, pelajar bergabung dengan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau. Beberapa pelajar kemudian membacakan Petisi Remaja Indonesia yang menuntut pemerintah lebih tegas dalam melakukan pelarangan merokok. "Kami pelajar tidak mau generasi muda terpengaruh dan bergantung pada rokok," kata Andi.

Dalam aksi itu Ketua Komnas Pengendalian Tembakau Afansyah Moeloek menyatakan dukungan terhadap Peraturan Gubernur No. 88/2008 tentang pengaturan kawasan bebas rokok.

Menurut dia, kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat harus mendapat dukungan pemerintah. "Seharusnya saat ini tanpa perdebatan pemerintah lebih tegas dengan mengeluarkan undang-undang dan peraturan yang mengatur peredaran dan penggunaan rokok," ujar Moelok.

Aksi yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB ini sempat dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Meski hanya lima menit, Fauzi memberikan semangat kepada pelajar agar terus melawan rokok. "Bersama-sama mari kita lawan rokok, dan dukung pengaturan kawasan rokok," kata Fauzi disambut ucapan "Yes" dari semua peserta.

Sumber: tempointeraktif.com