Ribuan Guru Honorer di Batam Belum Terima Gaji Selama Dua Bulan

14 Februari 2015 Berita Pendidikan


Ribuan guru honorer di Pemerintah Kota Batam mengaku belum digaji selama dua bulan terakhir. Padahal, mereka hanya bisa mengandalkan gaji honor untuk membiayai kebutuhan hidup.

"Bulan Januari belum dapat, biasanya tanggal 24 sudah gajian. Akhir Februari kalau belum gajian, berarti sudah dua bulan,"ungkap salah seorang guru. Menurut wanita yang sudah tiga tahun menjadi guru ini, kejadian itu sudah sering terjadi, namun semua guru mencoba berpikiran positif menyikapi persoalan tersebut.

Ia meminta agar DPRD mendesak Pemko Batam untuk membayarkan gaji guru honorer. Padahal, gaji sebagai honorer hanya setara dengan upah minimum kota (UMK) Batam, yakni sekitar Rp 2,6 juta per bulan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Raja Eka, salah seorang guru di kawasan Tanjunguma. Dia mengatakan belum menerima gaji dari Pemko Batam sebesar Rp2,6 juta selama dua bulan. "Iya, saya belum terima gaji dari Pemko. Biasalah, mungkin masih menyesuaikan dengan APBD yang baru,"ungkap Raja.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging mengaku heran dengan kebijakan pemko yang tak kunjung menggaji honorer. Padahal dana untuk penggajian honorer sudah ada di APBD murni.

"Saya bingung, apa dasar mereka menahan dan tidak membayar gaji honorer. Sudah dianggarkan, uangnya sudah ada. Ini perlu pertanyaan. Padahal, kita juga sampaikan ke Dinas Pendidikan, ternyata belum dibayar juga," ujarnya.

Lain halnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengakui pihaknya belum membayarkan gaji guru honorer se-kota Batam sejak Januari. Alasanya, Disdik Kota Batam sedang melakukan pendataan guru honorer sesuai dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (HSN).

"Memang belum kita bayar sejak Januari. Sebab, kita sedang melakukan penyesuaian sesuai ASN. Jadi kita data ulang kembali seperti PP No 56 tahun 2014 tentang keberadaan tenaga honor," katanya.

Menurut dia, permasalahan mengenai keterlambatan gaji itu sudah dibicarakan dengan semua kepala sekolah. Jadi tugas kepala sekolah memberi informasi kepada guru honor tentang terlambat ini.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)