Revisi Kurikulum, Kuliah Keguruan Praktik Mengajar Dihapus

20 Mei 2017 Berita Pendidikan


Kemenristekdikti (Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) sedang mengkaji revisi kurikulum kuliah keguruan. Diantaranya menghapus kuliah praktik mengajar atau PPL (praktik pengalaman lapangan). Koordinator penyiapan program pendidikan profesi guru (PPG) Kemenristekdikti Muchlas Samani mengatakan, ada beberapa alasan menghapus kuliah praktik mengajar di pendidikan sarjana. Diantaranya adalah memaksimalkan materi praktik mengajar saat di program PPG. Kalau di program sarjana ada praktik mengajar, kemudian di PPG ada praktik mengajar, bisa disebut mengulang-ulang.

Muchlas menjelaskan selama empat tahun kuliah keguruan, mahasiswa tetap ada waktu ke sekolah. Tetapi bukan dalam rangka praktik mengajar. Tetapi untuk mata kuliah lainnya. Seperti menganalisa psikologi pembelajaran atau sejenisnya. Mahasiswa keguruan juga bisa ke sekolah misalnya untuk riset pendukung skripsi. Aturan baru berupa penghapusan kuliah praktik mengajar akan berlaku jika program PPG sudah resmi berjalan. Rencananya program PPG mulai digulirkan Agustus nanti.

Pengamat pendidikan Jejen Musfah itu mengatakan ada dampak besar ketika kuliah praktik mengajar itu dihapus. Biasanya pemerintah trial and error. Kuliah praktik mengajar itu adalah kekhasan dari kuliah keguruan. Dia khawatir jika kuliah praktik mengajar itu dihapus, sudah tidak ada lagi kekhasan dalam pendidikan sarjana keguruan. Lantas nanti apa bedanya kuliah keguruan matematika dengan kuliah matematika di Fakultas MIPA. Atau kuliah keguruan bahasa Inggris dengan kuliah bahasa Inggris di Fakultas Sastra.

Jejen berharap pemerintah mempertimbangkan rencana penghapusan kuliah praktik mengajar itu. Sebab tidak semua sarjana keguruan akan tertampung dalam program PPG. Saat ini kuota PPG yang dipatok 7.000 orang, jauh lebih kecil dibanding sarjana lulusan FKIP seluruh Indonesia.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)