Rendah, Serapan Bea Siswa dari APBD Jabar

2 September 2009 Berita Pendidikan


BANDUNG-Tingkat serapan program bea siswa perguruan tinggi yang dibiayai APBD Jabar masih rendah. Pemprov Jabar memproyeksikan tiga perguruan tinggi menjadi mitra baru dalam menyalurkan program bea siswa yang dibiayai APBD Jabar 2009.

Data dari Dinas Pendidikan Jabar, menunjukkan, tahun ini, Pemprov Jabar menyediakan kuota bea siswa sebanyak 600 kursi untuk mahasiswa jurusan pertanian, 600 kursi untuk jurusan kebidanan, serta 100 kursi untuk kedokteran.

Dari kuota itu, untuk bidang pertania baru terserap 45 kursi dan kedokteran 19 kursi.Sementara untuk jurusan kebidanan, hingga kini belum ada laporan dari perguruan tinggi terkait. Dalam menyalurkan program tersebut, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Unpad dan IPB.

Masing-masing mahasiswa pada program itu mendapat jatah bea siswa sebesar Rp 50 juta. Biaya tersebut, menurut Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Wahyudin Zarkasyi, digunakan untuk menutupi kebutuhan kuliah selama menuntaskan program D3 dan S1.

Wahyudin menandaskan, bila hingga pertengahan September 2009 kuota tersebut belum terserap, maka Pemprov Jabar akan menambah mitra perguruan tinggi. Saat ini, jelas dia, terdapat tiga perguruan tinggi swasta (PTS) yang mengajukan tawaran kerja sama.

Tiga PTS itu, sebut dia, yakni Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, dan Universitas Juanda Bogor. ''Bila tidak terserap saja, maka kami terima tawaran itu,'' ujarnya kepada wartawan, Selasa (1/9). san/kpo

Sumber: republika.co.id