Rendah, Minat Anak Muda Belajar Sains

15 November 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Minat generasi muda terhadap mata pelajaran dan profesi yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau sains dinilai stagnan dan bahkan menurun. Padahal, penguasaan sains dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di bumi lewat berbagai inovasi dan teknologi yang dikembangkan generasi muda jaman sekarang.

"Sains itu penting untuk kehidupan. Untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati dunia yang selama ini diabaikan butuh bantuan sains. Anak-anak muda kita tidak boleh meninggalkan sains," kata Anwar Al Said dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) Perwakilan Kantor Jakarta dalam keterangan pers tentang program Science Festival film atau Festival Film Sains Indonesia 2010 di Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Yohanes Surya, Ilmuwan Indonesia dan pendiri Surya Institute, mengatakan anak-anak Indonesia juga mengalami kondisi tidak senang dan takut belajar sains. Ada ketakutan jika anak-anak tersebut belajar sains.

"Sebab belajar sains di sekolah monoton, tidak dikaitkan dengan kehidupan di sekitar anak. Pelajaran sains yang seperti ini harus dibenahi," ujar Yohanes.

Arief Rachman, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, menjelaskan, dalam proses belajar guru mesti dengan senang hati melayani pertanyaan-pertanyaan dari anak. Dengan mendorong keberanian anak untuk bertanya tanpa dicemooh atau diremehkan, rasa ingin tahu anak untuk mempelajari dan menggali ilmu pengetahuan semakin besar.

"Belajar itu harus dibuat menarik. Anak-anak harus percaya bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari berguna untuk kehidupan. Ini dimulai dengan mendorong anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi mereka yang berguna dalam pengembangan sains," ujar Arief.

Sumber: kompas.com