Rencana Penggunaan Baju Encim Banyak di Keluhkan Para Siswi

7 Agustus 2014 Berita Pendidikan


Kebijakan menggunakan pakaian daerah memang masih menjadi polemik dalam dunia pendidikan. Penggunaan baju encim setiap hari Jumat banyak dikeluhkan oleh siswi-siswi SMA. Berbagai alasan diutarakan, dari keluhan ribet, aneh hingga mahal. Zaza salah satu siswi kelas 12 SMA 68, mengatakan, penggunaan baju encim saat sekolah cukup merepotkan. Pasalnya, mereka harus berdandan lebih sebelum berangkat ke sekolah. Zaza mengaku lebih senang mengenakan pakaian muslim saat Hari Jumat.

Alasan lain diungkapkan oleh Fira (16). Alasan utama Fira keberatan dengan penggunaan baju sadariyah karena harganya yang menurutnya cukup mahal. "Harganya Rp 150 ribuan. Itu lumayan mahal," keluhnya.

Fira juga mengaku tak memiliki kebaya di rumah. Menurutnya, terakhir kali ia memakai kebaya adalah saat wisuda SMP. Terlebih lagi jika berangkat sekolah Fira diantar oleh ayahnya dengan menggunakan sepeda motor. Sehingga menurutnya akan repot jika mengenakan baju encim dengan dibonceng motor. ‎"Kalau bisa aturannya dipertimbangkan lagi jangan tiap minggu. Tapi di acara wisuda tahunan aja kayak biasanya," katanya seraya tersenyum.

Semoga pemerintah memberikan solusi terbaik dalam menanggapi hal ini. Sehingga para siswi mendapatkan kenyamanan dalam menentukan berbusana yang baik dan benar, Pendidikan budaya bisa saja di kembangkan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah ekstrakulikuler sekolah.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari detik.com)