Rencana Anies Mengubah Tata Tertib Doa Dikritik

12 Desember 2014 Berita Pendidikan


Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengubah tata tertib pengaturan berdoa di sekolah dinilai inkonstitusional oleh anggota DPR RI Reni Marlinawati. Rencana Mendikbud tersebut dikatakan justru kontradiktif dengan praktik di lapangan.

"Rencana Mendikbud Anies Baswedan mengubah Tatib Pengaturan berdoa di sekolah, tampak seolah menampilkan sosok yang pluralis dan nasionalis dengan pernyataan 'sekolah negeri harus mempromosikan sikap Ketuhanan YME bukan satu agama'. Padahal, rencana tersebut justru kontra konstitusional," kata Reni

Reni menjelaskan pada pasal 29 ayat (2) UUD 1945 disebutkan negara menjamin kemerdekan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

Dari konteks tersebut, siswa yang beragama Islam dipersilahkan berdoa sesuai agamanya, Begitu juga siswa yang beragama lain disesuaikan dengan agamanya masing - masing.

"Yang terjadi di lapangan, doa pembukaan dan penutupan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), siswa non-Muslim dipersilakan menggelar doa sendiri. Salah besar bila disebutkan siswa non-Muslim dipaksa berdoa sesuai ajaran Islam," ungkapnya.

Reni menyarankan agar Anies gelar blusukan ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)