Rehab Gedung Sekolah di Jaksel Molor

23 Desember 2009 Berita Pendidikan


BERITAJAKARTA.COM Meski Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menyetorkan administrasi pekerjaan tahun 2009 ke BPKD (Badan Pemeriksa Keuangan Daerah) pada Senin (21/12) pukul 00.00, namun di lapangan pelaksanaan rehab berat sejumlah gedung sekolah masih saja dilakukan. Di Jakarta Selatan misalnya, tercatat ada empat gedung yang pelaksanaan rehabnya molor dan belum tuntas.

Kami sudah menyerahkan seluruh berkas administrasi pekerjaan tahun 2009 ke kantor BPKD DKI secara online pada hari Senin (21/12) pukul 00.00, ujar Didi Sugandi, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Rabu (23/12). Idealnya, seluruh pekerjaan harusnya sudah tuntas dikerjakan sebelum tanggal 20 Desember. Sebab Disdik telah memberikan perpanjangan waktu lima hari kepada kontraktor untuk menuntaskan pekerjaannya, yakni dari tanggal 15-20 Desember.

Jika di lapangan masih ditemukan adanya pekerjaan rehab, pihak kontraktor akan terkena pinalti dari BPKD. Bentuknya adalah pengenaan denda sebesar permil x per hari x nilai kontrak. Molornya pekerjaan tersebut juga akan menjadi catatan hitam bagi Dinas Pendidikan DKI.

Keempat gedung yang masih dilakukan finishing antara lain SDN Jagakarsa 08 dan SDN Srengseng 01/03, SDN Cipulir 11. "Keempat bangunan yang belum selesai hanya tinggal perapihan atau finishing saja. Dalam waktu dua atau tiga hari ini juga sudah selesai pengerjaannya," ungkap Arief, Kasudin Dikdas Jakarta Selatan, Rabu (23/12). Arif menyebutkan pada tahun 2009, ia merehab berat 86 gedung terdiri dari 81 gedung SD dan lima gedung SMP.

Arif juga mengatakan, molornya rehab gedung sekolah itu karena masalah teknis dan non teknis di lapangan. Antara lain adalah karena saat ini tengah musim hujan dan akses jalan masuk kendaraan besar ke lokasi gedung yang akan direhab cukup sulit. Sehingga memakan waktu untuk mendistribusikan material ke sekolah.

Kendati begitu, ia menjamin bahwa seluruh bangunan yang direhab itu akan kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) pada 4 Januari mendatang. "Awal semester mendatang siswa sudah bisa menempati sekolah yang telah direhab," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, toleransi perpanjangan kontrak selama lima hari telah diberikan kepada para kontraktor. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi kontraktor untuk mengulur-ulur pekerjaan. Ia sendiri mengaku sudah mengecek ke sejumlah sekolah yang direhab total maupun rehab berat.

Khusus untuk rehab gedung yang belum kelar, ia meminta agar dicek terlebih dulu, apakah pekerjaan itu memang benar-benar belum tuntas atau hanya terlihat materialnya saja yang berserakan di halaman karena belum dirapihkan.

Kalau ternyata rehab tidak selesai, tentunya kami punya kebijakan sejalan dengan ketentuan yang ada. Bahwa pekerjaan kontraktor nantinya akan ditaksir oleh konsultan dan pengawas, berapa persen pekerjaan yang kelar dan itulah yang dibayar. Sehingga uang jaminan di bank pun akan dikembalikan ke kantor kas daerah, paparnya.

Dengan begitu, kas daerah hanya akan membayar kepada kontraktor sesuai dengan pekerjaan yang telah selesai dikerjakan. Sedangkan yang belum kelar, tentu tidak akan dibayarkan. Kemudian molornya pekerjaan ini tentu akan menjadi catatan hitam. Sebab apapun alasannya, sebenarnya waktu yang telah diberikan Dinas Pendidikan pada kontraktor telah cukup. Dari awal kan mereka mengatakan setuju, tapi kenapa sekarang berdalih waktunya sempit. Tidak bisa begitu dong, " tegasnya.

Jika memang kontraktor tidak menyanggupi melakukan pekerjaan, harusnya dari awal mengatakan tidak sanggup sehingga bisa dialihkan ke pihak lain yang lebih mampu dan profesional. Kalau yang lain saja mampu kok kenapa yang ini tidak sanggup. Sebenarnya tinggal cara memanage di lapangan, baik mengenai SDM maupun pengadaan materialnya, imbuhnya.

Sementara rehab lima gedung SMA dan dua gedung SMK di Jakarta Barat, saat ini telah selesai. Rehab dilakukan karena gedung tersebut memerlukan perbaikan di beberapa bagian seperti atap plafon (langit-langit) sudah jebol, genting bocor, lantai retak-retak, kaca jendela pecah, dan beberapa kerusakan lainnya.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah (Dikmen), Jakarta Barat, Abdul Hamid, mengatakan, ketujuh gedung yang direhab itu masing-masing adalah SMAN 78, SMAN 101, SMAN 56, SMAN 16 dan SMAN 112. Selain itu SMKN 13 dan SMKN 45.

"Tidak ada gedung yang terlambat direnovasi, semuanya sudah selesai sejak bulan November lalu," terangnya, Rabu (23/12). (Erna /Purwoko) Sumber: beritajakarta.com