Ratusan Siswa Masih Belajar di Lantai

31 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Ratusan siswa SMA Negeri 4 Pematang Siantar berikut para guru selama 1,5 bulan terakhir masih menjalankan proses belajar mengajar di lantai. Konflik sekolah akibat proses tukar guling yang dilakukan Pemerintah Kota Pematang Siantar, tetapi tidak disepakati guru, murid, dan komite sekolah, hingga kini belum tuntas.

Wakil Ketua Komite SMA 4 Pematang Siantar Jansen Napitu saat dihubungi dari Medan, Minggu (30/8), mengatakan, lebih dari 600 siswa masih belajar di gedung SMA 4 Jalan Pattimura. Siswa di enam kelas lokal sudah duduk di bangku untuk belajar. Namun, 15 kelas lagi masih duduk di lantai beralas koran.

Sejumlah siswa sudah mengeluh masuk angin karena duduk di lantai. Namun, siswa tetap tidak mau pindah ke sekolah, tutur Jansen. Menurut dia, masih ada 30 guru yang bersedia mengajar di sekolah Jalan Pattimura dari sekitar 100 guru SMA 4. Jansen mengatakan, banyak guru yang memilih tidak mengajar baik di sekolah Jalan Pattimura maupun di Jalan Gunung Sibayak.

Ketua DPRD Kota Pematang Siantar Lingga Napitupulu mengatakan, permintaan komite agar mebel dipindahkan ke sekolah lama tidak direspons banyak pihak.

Sementara itu, siswa yang belajar di SMA 4 Jalan Gunung Sibayak berjumlah sekitar 200 orang dan merupakan siswa kelas I. Pemerintah Provinsi Sumut sendiri telah membentuk tim investigasi proses ruilslag, tetapi hingga saat ini kasus belum terselesaikan.

Seperti diketahui, tukar guling terjadi antara Pemerintah Kota Pematang Siantar dan PT Detis Sari Indah pada aset Pemerintah Kota Pematang Siantar, yakni SMA 4 dan SD 122350 Pematang Siantar yang menempati lahan seluas sekitar 4 hektar. Di lahan itu direncanakan didirikan bangunan 15 lantai. Lima lantai pertama akan digunakan untuk pusat perbelanjaan, sementara 10 lantai berikutnya untuk hotel. SMA 4 Pematang Siantar sendiri dibangun tahun 1921 dengan nama Sekolah Guru Bawah (SGB).

Lingga Napitupulu mengatakan, dirinya bersama Wakil Ketua DPRD Pematang Siantar SH Nasution telah melayangkan surat pembatalan izin prinsip tukar guling yang dikeluarkan DPRD Pematang Siantar tahun 2007. Surat pembatalan sudah dimasukkan ke Pengadilan Kota Pematang Siantar Kamis pekan lalu. Lingga mengatakan surat itu tidak mewakili seluruh anggota DPRD, tetapi mewakili dirinya pribadi dan SH Nasution. (WSI)

Sumber: Kompas Cetak (kompas.com)