Ratusan Murid SMA Belajar di Lantai, Kok Bisa?

2 September 2014 Berita Pendidikan


Program pemerintah terkait penuntasan perbaikan sekolah rusak dan memfasilitasi sekolah dengan layak ternyata belum tuntas. Sebab sekolah menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan sebagai salah satu lingkungan dimana seseorang menempuh proses pendidikan. Sekolah yang menyediakan fasilitas yang memadai bagi siswa dapat mempermudah pengelolaan belajar bagi siswa.

Hal ini tentunya untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa untuk belajar. Akan tetapi, hal lain yang tidak kalah penting adalah proses belajar mengajar yang merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif.

Sampai saat ini sarana dan prasarana sekolah di pendidikan dasar dan menengah masih belum memadai. Seperti ratusan siswa SMAN 1 Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa belajar di lantai karena hingga kini belum memiliki meja dan kursi kelas.

Kepala SMA Negeri 1 Nunukan Selatan Husin Manu mengatakan, proses belajar mengajar (PBM) di sekolah binaannya terganggu karena siswa siswi duduk di lantai saat menerima pelajaran dari guru. Ia menambahkan, Proses Belajar Mengajar (PBM) dengan duduk di lantai sejak memasuki tahun ajaran baru (2014-2015) meskipun telah mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah setempat.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari antaranews.com)