Ratusan Gedung Sekolah Diusulkan untuk Direhab

26 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Untuk mengantisipasi pengamanan terhadap anak didik yang melakukan proses belaqjar mengajar di dalam ruang kelas, kini Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya mengusulkan ratusan gedung sekolah yang rusak untuk dilakukan rehabilitasi.

Jumlah gedung sekolah dari tingkat SD sampai SMA yang diusulkan untuk direhab, persisnya sebanyak 469 gedung. Kepala Dispendik Kota Surabaya, Sahudi mengatakan bahwa untuk melakukan rehab, misalnya sekolah kawasan akan dilakukan secara total. ''Sedangkan untuk sekolah yang overload hanya dilakukan rehab sebagian saja,'' kata Sahudi di Surabaya, kemarin (25/8).

Rehab gedung sekolah yang perlu dilakukan secara total, papar Sahudi, di antaranya adalah gedung sekolah yang rusak berat. ''Ya, memang perlu dilihat terlebih dahulu, kalau gedung sekolahnya rusak parah, tentunya akan dilakukan rebah total atau dibangun ulang,'' kata Sahudi menjelaskan.

Ada lima katagori untuk melakukan rehabilitasi gedung sekolah. Namun, papar Sahudi, dispendik memang mengusulkan agar memberi prioritas kepada sekolah-sekolah yang gedungnya mengalami rusak berat. Sedangkan urutan selanjutnya, terang Sahudi, adalah sekolah yang mengalami overload yakni kelebihan murid.

Untuk kepentingan ini, Sahudi mengatakan bahwa semuanya memang sangat bergantu pada Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya. Pihak dispendik, jelas Sahudi, hanya punya kewenangan mengusulkan tentang rencana rehab itu. Prosedurnya, ujar Sahudi, dispendik mengajukan usulan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR). Seterusnya, kata Sahudi, tim dari DCKTR melakukan survei ke lapangan kemudian mencocokkan jumlah anggaran yang ada.

Setelah tim dari DCKTR turun, jelas Sahudi, maka akan dilakukan tender melalui Unit Pelaksana Procurement (UPP). Dan, setelah proses lelang dilalui seterusnya Bappeko memberitahukan kepada dispendik tentang hasil dari pelelangan. Lalu, ada verifikasi dari Bappeko. ''Untuk proses pelelangan dan verifikasi ini memang memerlukan waktu sekitar satu tahun,'' ungkap Sahudi.

Sedangkan sehubungan dengan giant school di Surabaya, Sahudi menjelaskan bahwa program giant school itu merupakan program dari pemerintah pusat, sedangkan di Surabaya yang akan dijadikan program tersebut adalah SMAN 1 dan SMAN 5. Sementara untuk SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) yang perlu direhab, ujar Sahudi, adalah SMPN 1. afa/pur

Sumber: Republika Online (republika.co.id)