Ratusan Anak Berkebutuhan Khusus Mengikuti Gebyar PKLK dan Lomba Keberbakatan 2014

17 November 2014 Berita Pendidikan


Pandangan masyarakat terhadap para penyandang difabel atau anak berkebutuhan khusus masih negatif dan dianggap tidak mampu bersaing dengan yang lain layaknya orang normal.

Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus Layanan Khusus Direktorat Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ditjen PKLK Dikdas Kemendikbud) menyelenggarakan acara Gebyar PKLK dan Lomba Keberbakatan 2014.

Anak berkebutuhan khusus yang hadir dalam perhelatan tahunan Ditjen PKLK Dikdas Kemendikbud ini mencapai 231 peserta. Mereka terdiri dari 132 peserta Gebyar Pameran PKLK Dikdas, dan 99 anak tergolong Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI) sebagai peserta Lomba Keberbakatan. Anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dikategorikan CIBI.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 11 - 15 Nopember 2014 di Kagungdalem Pagelaran dan Sitihinggil Keraton Surakarta, Jawa Tengah ini mengusung tema "Spirit Multi Talenta" dengan diikuti siswa-siswi PKLK dari 33 provinsi di Indonesia. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk membina kebutuhan anak penyandang difabel dan Cerdas Istimewa Bakat Istimewa.

Direktur Pembinaan PKLK Dikdas Kemdikbud Sri Renani Pudjiastuti menjelaskan dalam pidato pembukaan Gebyar PKLK:

"Kami membagi ke dalam kategori-kategori pada kedua jenis kegiatan, seperti kategori manajemen produk unggulan sekolah, unjuk karya pembuatan produk unggulan, dan kreasi tampilan stand Bhineka Tunggal Ika untuk setiap provinsi. Ketiga kategori ada di dalam Gebyar Pameran Produk Unggulan Sekolah," ujarnya.

Ada 3 kategori lomba untuk Lomba Keberbakatan atau Pentas Siswa Berbakat

  • Lomba musik untuk siswa SD/SMP CIBI
  • Lomba tari siswa SD/SMP
  • Lomba multimedia untuk siswa SMP


Hamid Muhammad selaku Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikmen Kemendikbud) mengungkapkan bahwa gebyar dan lomba keberbakatan ini merupakan puncak keberhasilan atas prestasi ABK.

"Di sinilah anak didik kita akan berlomba untuk menunjukkan prestasi dengan berkarya. Lomba dan gebyar adalah instrumen penilaian terhadap perkembangan prestasi para ABK," ujar Hamid.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)