Raih Juara, Nasib UNDIP Malah Terlunta

31 Maret 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Meski meraih prestasi di Vietnam, nasib kontingen Paduan Suara Mahasiswa Universitas Diponegoro seperti kurang perhatian. Muhammad Febriyanto (21), salah satu anggota tim yang sakit parah, terpaksa dirawat dan kini kehabisan dana untuk membiayai perawatannya.

Seperti diberitakan di Kompas, Rabu (23/3/2011), kontingen PSM Universitas Diponegoro meraih juara umum pada 1st Vietnam International Choir Festival, 16-19 Maret di Hoi An, Vietnam. Mereka menyabet tiga medali emas untuk kategori folklore, female, dan mid choir, serta medali perak untuk kategori sacred music.

Dalam situs Kementerian Luar Negeri tertulis, selain Undip, tim lain dari Indonesia, yaitu Gita Swara Nassa dari Sekolah Nasional I Bekasi, juga meraih medali emas untuk kategori anak. Festival diikuti 31 tim paduan suara dari delapan negara. Di akhir informasi situs Kemlu terdapat berita seorang anggota kontingen Undip dirawat di Rumah Sakit Da Nang, Vietnam.

Mahasiswa itu adalah Muhammad Febriyanto (21) yang sejak 10 hari lalu dirawat di Rumah Sakit Da Nang. Febri divonis menderita radang paru-paru.

Mulut Febri dipasang ventilator (alat pernapasan) dan terus keluar cairan, tutur Jefry Franklin Bode, anggota PSM Undip yang menunggu Febri di RS Tipe C Da Nang ketika dihubungi Selasa (22/3/2011) malam.

Jefry mengatakan, biaya perawatan Febri mencapai Rp 7 juta per hari. Selama sepekan, biaya perawatan ditutup melalui iuran sekitar 45 kontingen dari Indonesia dan bantuan donatur setempat.

Namun, terhitung sejak 20 Maret lalu, mereka belum membayar perawatan Febri karena kehabisan dana. Rektor Universitas Diponegoro Semarang Sudharto P Hadi sedang mengupayakan pemindahan perawatan Febri dari Da Nang ke Ho Chi Minh. Harapannya, pemindahan tersebut memberikan penanganan yang lebih baik bagi Febriyanto.

Soal biaya, nanti kami tanggung sama-sama antara Undip dan KBRI, ucap Sudharto.

Sejauh ini belum ada kejelasan sejauh mana biaya rumah sakit akan ditanggung.

Seperti yang juga disebutkan dalam siaran pers dari PSM Undip, Selasa (22/3/2011), keadaan Febri dilaporkan cukup kritis di Vietnam. Pihak PSM mengaku kebingungan menghadapi cobaan yang dialami rekannya itu.

Dikatakan pihak KBRI hanya bersedia memfasilitasi tiket kepulangan tiga anggota PSM, termasuk Febri. Namun, untuk biaya rumah sakit yang tidak sedikit dan juga fasilitas-fasilitas kesehatan yang harus dibawa jika Febri dipulangkan ke Indonesia, pihak PSM mengaku belum menemukan jalan keluarnya.

Saat ini ada dua orang anggota PSM Undip yang menemani Febri. Mereka pun kebingungan karena biaya untuk hidup sehari-hari di Vietnam tidak ada.

Sumber: kompas.com