Pungli Masih Beredar Saat Uji Kompetensi?

16 November 2015 Berita Pendidikan


Masih maraknya pungutan liar atau pungli membuat guru resah. Pasalnya, masih ada pungli di beberapa daerah saat pendaftaran uji kompetensi guru (UKG). Itulah yang disampaikan oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI).

Pengaduan dilakukan dari sambungan telepon hingga media sosial. "Pengaduan dilakukan melalui sarana WhatsApp, Facebook, SMS, email dan telepon. Sampai hari ketiga UKG, FSGI sudah menerima 107 pengaduan," ujar Sekjen FSGI, Retno Listyarti.

Seperti di daerah Kupang, ribuan guru diwajibkan membayar biaya administrasi sebesar Rp20.000 per orang. Pembayaran dilakukan saat pengambilan nomor peserta. Namun parahnya, tidak diberikan kwitansi sebagai bukti.

Padahal Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah menegaskan bahwa pelaksanaan UKG tidak dipungut biaya apapun. Walaupun jumlah pungutan terbilang kecil, namuun bagi para guru honorer, jumlah tersebut sangat berarti.

Selain Kupang, beberapa wilayah seperti Lombok dan Bima juga terdapat pungli saat pendaftaran UKG. Pungutan itu dilakukan dengan dalih mengganti biaya cetak kartu.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)