Puncak DBD Diprediksi Februari

6 Januari 2010 Berita Pendidikan


SLEMAN-Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memprediksikan puncak terjadinya kasus demam berdarah dengue (DBD) di daerah ini pada Februari hingga Maret sehingga masyarakat diimbau untuk waspada dan menggiatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Periode Februari hingga Maret merupakan fase curah hujan tinggi sehingga akan banyak terdapat genangan air yang potensial sebagai tempat berkembangnya jentik nyamuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Mafilindati, Selasa. Menurut dia, semakin banyak tempat yang potensial menjadi tempat berkembangnya nyamuk pembawa virus DBD sehingga dikhawatirkan penyebaran penyakit juga akan meningkat.

"Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan PSN dengan berbagai langkah seperti gerakan menimbun, menguras dan menutup (3M) dan mencermati tempat-tempat yang mungkin digunakan untuk berkembang nyamuk seperti pot bunga, pembuangan air kulkas dan dispenser maupun tonggak (bekas potongan) pohon bambu," katanya.

Ia mengatakan kasus DBD di Kabupaten Sleman pada 2009 tercatat mencapai 521 kasus dengan daerah endemik meliputi lima kecamatan yakni Depok mencapai 100 kasus, Gamping dengan 98 kasus, Kalasan sejumlah 66 kasus, Ngaglik dengan 60 kasus serta Godean dengan 55 kasus.

"Dengan demikian, kasus DBD pada 2009 jumlhnya menurun dibanding 2008 yang mencapai 621 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak lima orang," katanya. Guna mengantisipasi penyebaran kasus DBD, pihaknya telah menyiapkan sejumlah cara seperti fogging atau pengasapan di sejumlah tempat endemik DBD dan pemberian bubuk abate.

"Kami juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggalakkan PSN," katanya. Ia mengatakan, pihaknya juga meninjau ke sejumlah wilayah kecamatan untuk memantau sekaligus sosialisasi supaya masyarakat tertib melakukan 3 M. "Pantauan ini supaya lingkungan masyarakat dapat terbebas dari jentik nyamuk," katanya. ant/pur

Sumber: Republika Online