Berita Pendidikan
25 Agustus 2009

Pulau Miangas Kekurangan Guru

"Total guru di tiga tingkatan itu tidak mencapai 20 orang, padahal idealnya setiap sekolah mencapai 10 tenaga guru," kata Kepala Badan Perbatasan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Max Gagola, di Manado, Sabtu (22/8).

Bahkan tenaga pengajar di daerah itu masih didominasi tenaga honorer yang belum resmi diangkat pemerintah daerah, sehingga status mereka masih mengambang.

Pemerintah mengakui kewalahan menempatkan tenaga guru di pulau terluar Miangas itu, karena sejumlah guru yang dikirimkan ke daerah berpenduduk 700 jiwa itu, tidak bertahan lama dan kembali ke daerah asal.

"Pemerintah daerah sedang memikirkan bagaimana menempatkan tenaga guru dengan asas domisili, yakni berasal dari daerah itu sendiri," katanya.

Minimnya pembangunan di daerah itu, diakui Gagola, sebagai penyebab ketertinggalan Pulau Miangas di semua sektor termasuk pendidikan, sehingga terus dicarikan solusi terbaiknya.

Pulau yang hanya dilayani rute transportasi laut sekali dalam seminggu ikut mempengaruhi tenaga guru enggan ke daerah itu, selain memakan waktu lama dalam perjalanan hingga 10 jam, juga sulit mendapatkan kebutuhan pokok lainnya.

Sebelumnya, warga Miangas kesulitan mendapatkan pasokan listrik dan bahan bakar minyak (BBM) secara memadai karena dukungan transportasi yang minim.

Masyarakat mendapatkan pasokan listrik pada malam harinya, sementara siang hari tidak mendapatkan suplai tersebut, padahal masyarakat sangat membutuhkan kehadiran energi listrik untuk menunjang kegiatan perekonomian dan usaha kecil menengah (UKM).

Daerah itu juga mengalami keterbatasan pasokan BBM oleh pemerintah karena tidak ada pengiriman melalui kapal-kapal perintis. (Ant/OL-02)

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris