Puisi "Khusus" untuk Presiden...

3 Mei 2011 Berita Pendidikan


PASURUAN - Puluhan siswa berkebutuhan khusus di Kota Pasuruan menggelar pentas seni dalam rangka Hari Pendidikan Nasional di SMP LB, Kecamatan Purworejo, Pasuruan, Jawa Timur. Empat peserta dari SDLB membacakan puisi untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar ada perhatian terhadap nasib siswa berkebutuhan khusus, Senin (2/5/2011).

"Untuk Pak Presiden, Pak Menteri, dan Pak DPR, kami minta perhatian bantuan agar kami bisa seperti orang lain. Kami pun tidak selalu mengiba, tapi kami ingin selalu berkreasi," kata Wildan, siswa SDLB Negeri Pasuruan, dalam puisinya.

Seusai pembacaan puisi, acara pentas seni dilanjutkan dengan pagelaran busana yang diperagakan oleh siswa tunarungu dan tunawicara SMP-LB dan SMA-LB se-Kota Pasuruan. Satu persatu mereka berlenggak-lenggok di atas pentas untuk memperagakan busananya. Tak luput senyum dan tawa pun terus menyapa hadirin.

Setelah pagelaran busana itu, giliran siswa tunanetra dan tunadaksa memperlihatkan kelihaiannya memainkan alat musik angklung. Tanpa banyak bicara, mereka langsung memainkan syair lagu "Hymne Guru". Meski tak seindah pemain musik angklung pada umumnya, sambutan penonton yang hadir menjadi dukungan penting bagi mereka.

Wildan Achsan Mukaffi, salah satu tunadaksa dari SDLB Negeri Pasuruan, mengaku sangat senang saat di atas panggung. Ia senang karena bisa memberikan hiburan bagi orang lain.

"Ya, senang, pokoknya senanglah," katanya sembari tersenyum di atas kursi roda.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pasuruan Bashori Alwi mengatakan, acara pentas seni ini diharapkan menjadi puncak apresiasi bagi semua siswa berkebutuhan khusus. Jumlah siswa berkebutuhan khusus tercatat di SMP LB dan SMA LB mencapai 77 siswa.

"Apalagi di hari seperti ini, Hari Pendidikan Nasional, tentu ini menjadi ajang untuk membuktikan bahwa mereka juga punya kelebihan," ujarnya.

Sumber: kompas.com