Puasa Oke, Ospek Jalan Terus

3 September 2009 Berita Pendidikan


KLOJEN, Ospek tak lagi identik dengan perpeloncoan. Bahkan, kegiatan yang kerap memeras fisik mahasiswa baru ini tak lagi pantang dilakukan dalam bulan puasa.

Setidaknya, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadopsi hal tersebut. Kedua kampus itu nyatanya tak memandang ibadah puasa sebagai penghalang jalannya ospek.

ITN malah telah memulai agenda wajib tahunan ini sejak 31 Agustus lalu. Ketua Panitia PK2MB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) ITN Suryo Tri Haryanto mengakui, bahwa diadakannya ospek saat bulan puasa bersifat terpaksa. Artinya, agar tidak mengacaukan agenda kurikulum yang telah disusun jauh-jauh hari.

Awalnya kami memang khawatir kondisi fisik maba (mahasiswa baru) akan turun, tapi sampai sekarang tidak ada masalah, ujar Suryo.

Mengubah Paradigma

Mengambil waktu enam jam setiap harinya, kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini lebih banyak dilakukan di dalam ruangan. Ini juga menjadi bukti komitmen ITN untuk merubah paradigma kehidupan keras dalam kegiatan ospek di kampus teknik.

Secara perlahan, kami merubah paradigma itu sejak pelaksanaan ospek 2005 lalu, kata Suryo, yang juga ketua laboratorium arsitektur di ITN ini.

Suryo mengakui, kegiatan ospek di ITN kini tak lagi diserahkan penuh ke mahasiswa. Hal ini agar tidak terjadi kekerasan pada maba. Berkaca pada salah satu PTN yang kemarin diberitakan menyusul adanya kekerasan pada ospek, kami tidak ingin kecolongan, kata Suryo.

Materi yang dipresentasikan kepada maba, mulai pengenalan pejabat struktural kampus, hingga para mahasiswa akitivis yang menjabat di lembaga kemahasiswaan. Namun yang paling penting, menurut Suryo, adalah mengenalkan ketatnya kurikulum perkuliahan, agar para lulusan SMA ini tidak kaget.

Meski ospek tanpa kekerasan, Suryo membantah bila dikatakan tidak mendidik maba untuk disiplin. Maba yang terlambat datang, atau tidak mengerjakan tugas, tetap akan dikenai sanksi tegas. Bedanya, sanksinya bukan push-up atau dibentak-bentak. Mereka cukup menari atau menyanyi di depan ribuan maba lain, tambah Suryo.

Sementara di UMM, pelaksanaan ospek yang dikenal dengan nama Pesmaba (Pengenalan Studi Mahasiswa Baru) baru dilaksanakan hari ini (2/9). Rencananya, kegiatan yang diklaim jauh dari kekerasan itu akan dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dien Syamsudin.

Sumber: Kompas.com