Berita Pendidikan
6 Agustus 2010

Puasa, Jam Belajar Dipangkas

SURABAYASeperti tahun sebelumnya, seluruh siswa akan diliburkan menyambut awal Ramadan. Jumlah jam belajar juga berkurang karena ada kebijakan mengurangi 10 menit tiap mata pelajaran.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Dinas Pendidikan Surabaya Surabaya Titik Eko Prasetyawati menjelaskan, libur puasa biasanya dilaksanakan sehari sebelum dan sesudah awal puasa. Diperkirakan, awal Ramadan akan ditetapkan pada 11 Agustus mendatang. Artinya, liburan akan dilakukan pada 10-12 Agustus. Ancer-ancernya memang tanggal itu, tapi kita tunggu penetapan pemerintah (soal awal Ramadan), ujarnya, Kamis (5/8).

Selain libur awal puasa, jam efektif selama pembelajaran pun dikurangi 10 menit tiap mata pelajaran. Seperti diketahui, berdasarkan Permendiknas No. 22/2006 tentang Standar Isi Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, beban belajar untuk siswa SMA sebanyak 38-39 jam pembelajaran per minggu atau 45 menit untuk tiap mata pelajaran. Sedangkan beban belajar per minggu untuk siswa SMP mencapai 34 jam pembelajaran atau 40 menit tiap mata pelajaran.

Titik menambahkan, selama Ramadan berlangsung biasanya untuk kegiatan yang berbau keagamaan lebih ditingkatkan. Bentuknya bisa berupa pondok Ramadan yang jadwalnya diserahkan kepada masing-masing sekolah. Yang pasti harus efektif fakultatif, silakan mau mengisi dengan kegiatan apa dan dilaksanakan kapan, tuturnya.

Sedangkan untuk sekolah-sekolah swasta khususnya sekolah non muslim biasanya mengikuti kebijakan libur awal puasa. Namun, untuk pengurangan jam mata pelajaran, Titik mengatakan hal tersebut iserahkan kepada sekolah yang bersangkutan. Tetapi bila menilik pada kebiasaan tahun-tahun sebelumnya tak ada pengurangan jam pelajaran di sekolah karena biasanya ada kompensasi seperti libur Natal.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun. Ia mengatakan, jam kegiatan belajar siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Provinsi Jawa Timur akan dikurangi selama bulan puasa. "Kami sudah menyosialisasikan pengurangan jam belajar ini kepada seluruh sekolahan," katanya.

Ia mengemukakan pengurangan itu mencapai 40 menit per hari. "Kami berharap pengurangan ini dapat dimanfaatkan siswa agar lebih khusyuk lagi dalam menunaikan ibadah puasa," katanya.

Seusai kalender pendidikan, seluruh sekolah diminta mengurangi lima menit untuk setiap pelajaran dengan rata-rata tiap hari delapan pelajaran sehingga dalam sehari ada pengurangan 40 menit. Pengurangan ini bukan hanya berlaku bagi pelajar yang masuk pagi, melainkan juga untuk siswa yang masuk siang.

Jika biasanya jadwal pulang sekolah siang pukul 17.30 WIB, pada saat bulan puasa pulangnya lebih maju menjadi pukul 16.50 WIB.

Selain mengurangi jam belajar, Dinas Pendidikan setempat juga memerintahkan seluruh sekolah untuk mengurangi kegiatan olahraga. "Kalau bisa kegiatan olahraganya jangan bermaterikan yang berat-berat. Kasihan siswa yang berpuasa," kata mantan Kepala Dinas Pariwisata Jatim itu.

Selain pengurangan jam belajar, para siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) mendapatkan libur dua hari sebelum bulan puasa dan dua hari puasa pertama. Libur juga diberikan kepada siswa sepekan sebelum Lebaran dan sepekan lagi sesudah Lebaran. sit.

Sumber: surabayapost.co.id

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris