PTS Tak Perlu Khawatir, Calon Mahasiswa Masih Banyak

26 Mei 2011 Berita Pendidikan


JAKARTA - Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Djoko Santoso, meminta pihak-pihak dari perguruan tinggi swasta (PTS) untuk tidak memandang Ujian Mandiri sebagai ujian yang selalu mengutamakan kemampuan finansial sebagai syarat masuknya.

Ada juga ujian mandiri yang tidak membayar atau dites. Perguruan tinggi negeri (PTN) ada yang memberi sumbangan, ada juga mahasiswanya yang dibayari, kata Djoko dalam Dialog Republika dengan tema Untung Rugi Penghapusan Ujian Mandiri bagi PTS, Rabu (25/5).

Beberapa perguruan tinggi swasta banyak yang mengeluhkan adanya ujian mandiri ini karena akan mengurangi kuota mahasiswa di kampus mereka. Untuk itu mereka meminta pemerintah agar menghapus jalur tersebut. Atau setidaknya ada penetapan kuota jumlah mahasiswa baru secara jelas.

Menurut Djoko, lulusan SMA Indonesia setiap tahunnya mencapai kurang lebih 1,4 juta jiwa, sementara kapasitas PTN hanya 600 ribu. Hal itu menunjukkan bahwa jumlah calon mahasiswa baru di Indonesia masih cukup banyak. Seharusnya PTS tidak perlu khawatir. Masyarakat akan memilih perguruan tinggi yang kualitasnya baik. Kalau kualitasnya tidak baik, masyarakat hanya akan masuk ke perguruan tinggi tersebut untuk meraih ijazah semata, paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhadjir Effendy, mengatakan perlu adanya inisiatif dari masing-masing PTS untuk mau meyakinkan masyarakat bahwa PTS tersebut sama bagusnya dengan perguruan tinggi lain. Jangan kalah sebelum mencoba, katanya.

Sumber: republika.co.id