Proses Belajar-Mengajar di Padang Mulai Normal

12 Oktober 2009 Berita Pendidikan


PADANG - Kepala Bidang Pengawasan Pendidikan TK/SD Dinas Pendidikan Kota Padang Musdek, saat memulai kembali proses belajar-mengajar di SD Negeri 08, 18, 20, 36, 37, 01, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, mengatakan, efek gempa 7,6 skala richter pada Rabu (30/9), cukup parah.

Sebanyak 1.108 ruang belajar di Ibu Kota Provinsi Sumbar ini tidak dapat dipakai lagi, begitu pula fasilitas pendukung seperti kamar kecil dan perpustakaan, kata Musdek. "Kami khawatir akan timbul penyakit pada anak-anak kita," ujar dia.

Karena itu, bantuan dari berbagai kalangan termasuk dari pihak asing untuk menormalisasi aktivitas pendidikan di Kota Padang sangat diperlukan.

Masyudi, SAg, pengajar mata pelajaran agama SD Negeri 08, Kecamatan Padang Selatan, mengatakan, sekitar 80 dari seluruh anak didik di enam SD tersebut sudah mulai masuk. Namun, ia belum mengetahui apakah seluruh anak didiknya di SD Negeri 01 telah hadir dihari pertama efektif belajar ini.

Menurut dia, seluruh ruang kelas di enam SD tersebut telah dinyatakan layak huni oleh Tim Teknis Evaluasi Bangunan Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) sejak tanggal 10 Oktober lalu. Total anak didik di keenam SD tersebut, menurut dia, lebih dari 2.000 orang. Semuanya akan mulai efektif belajar hingga pukul 13.00 WIB mulai hari ini.

Pada hari pertama sekolah, bantuan berupa peralatan olah raga diberikan oleh Pasific Countries Social and Economic Solidarity Association (Pasiad) Turki. Selain batuan peralatan olah raga, Pasiad Turki itu juga telah membantu pelayanan kesehatan dengan mendirikan posko di depan gedung keenam sekolah dasar tersebut. (Ant/OL-06)

Sumber: mediaindonesia.com