Polda Susun Modul Pendidikan Tertib Lalin

14 Oktober 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, PT Shell Indonesia, PT Jasa Raharja, dan PT Astra Honda Motor menyusun modul panduan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas untuk TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Modul ini akan dihibahkan sebagai bentuk pendidikan lalu lintas yang diterapkan sejak dini.

"Dunia pendidikan tidak akan ada batasnya untuk pengayaan materi. Modul ini sebagai bentuk tanggung jawab dunia pendidikan terhadap ketertiban dan keselamatan berlalu lintas yang ditanamkan sejak dini," kata Taufik Yudi Mulyanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jakarta di Kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Pancoran Jakarta Selatan, Selasa (12/10/2010).

Kerjasama penyusunan modul itu menjadi langkah preventif memperbaiki perilaku berlalu lintas masyarakat yang dinilai buruk.

"Indikator buruknya perilaku berlalu lintas adalah tingginya pelanggaran norma berlalu lintas para pemakai jalan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro, Kombes Condro Kirono.

Condro mengatakan, dengan penyusunan modul ini diharapankan dapat menginvestasikan penanaman disiplin sejak dini, membawa perubahan dalam ketertiban berlalu lintas di Jakarta, dan meningkatkan disiplin berlalu lintas.

"Lalu lintas merupakan budaya suatu bangsa, lalu lintas juga urat nadi kehidupan, siapapun yang berlalu lintas mesti paham etikanya sendiri. Aturan itu akan membudaya apabila diberikan sejak dini, kalau hanya sesaat saja niscaya tidak akan menjadi kebiasaan. Kalau sejak anak-anak akan membudaya," lanjut Condro.

Modul dan panduan integrasi kurikulum ketertiban dan keselamatan berlalu lintas ini akan dicetak sejumlah 6.000 eksemplar, akan dihibahkan kepada seluruh siswa Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Untuk pelaksanaannya, modul pendidikan berlalu lintas ini akan diintegrasikan ke dalam tujuh mata pelajaran di sekolah, yaitu PPKn, Agama, Pendidikan Jasmani, PLKJ, Bahas Indonesia, BK/BP, dan PPS.

Sumber: kompas.com