PGRI Minta Agar Guru Honorer di Data Ulang

21 Oktober 2015 Berita Pendidikan


Untuk menghindari adanya guru honorer bodong, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo memerintahkan para pengurus daerah untuk melakukan pendataan ulang terhadap seluruh guru honorer, baik kategori satu (K1) maupun kategori 2 (K2).

Sulistyo mengatakan ia memang meminta dilakukan pendataan ulang terhadap seluruh guru honorer untuk mengantisipasi tindakan manipulasi data dan mencegah oknum-oknum yang tidak memenuhi persyaratan. Lebih lanjut Sutiyoso menjelaskan bahwa menjelang pengangkatan guru honorer menjadi CPNS, ada kemungkinan oknum yang menyusupkan guru honorer bodong untuk pengangkatan.

Berkaitan dengan pendataan ulang ini, ada beberapa guru honorer mengatakan bahwa tindakan ini terlambat. PGRI juga dianggap tidak mengambil tindakan ketika honorer diperlakukan tidak baik namun baru bereaksi ketika ada kepastian dalam pengangkatan honorer menjadi CPNS. Selain itu PGRi juga mengharuskan honorer yang belum bergabung untuk membuat kartu online dan membayar iuran tahun 2015 sebesar Rp.195.000,-

Namun hal ini ditanggapi oleh Sulistyo dengan mengatakan bahwa tidak ada paksaan bahwa guru honorer harus menjadi anggota PGRI. dan sebenarnya para guru ingin menjadi anggota PGRI namun mempunyai kendala untuk membayar iuran.

Ia bersama pihaknya mengingatkan kepada jajaran PGRI di pusat dan daerah untuk tidak membebani para anggotanya dengan pungutan - pungutan tambahan.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)