Pesantren Tak Pernah Ajarkan Jihad ala Teroris

25 Agustus 2009 Berita Pendidikan


Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) As-Salafiyah Sukabumi, Jawa Barat, Ahmad Makky mengatakan, Ponpes melarang seluruh santrinya mengikuti jihad seperti yang dilakukan oleh para teroris.

"Jihad yang dilakukan oleh para teroris benar-benar menyalahi ajaran agama Islam. Tidak bisa dibenarkan cara jihad yang dilakukan oleh para teroris, selain itu pesantren tidak pernah mengajarkan tata cara jihad dengan kekerasan," katanya di Sukabumi, Senin (24/8).

Di mana pun, kata Ahmad, pesantren tidak pernah mengajarkan jihad seperti yang dilakukan oleh jaringan teroris yang berada di Indonesia.

Menurutnya, umat muslim di Indonesia tidak terancam dan tidak diganggu oleh kaum lain sehingga tidak perlu ada kegiatan yang mengatasnamakan jihad. Apa yang dimaksudkan jihad oleh para teroris tersebut adalah untuk merebut kekuasaan.

"Ini jelas sudah bertentangan dengan ajaran agama mana pun, dan kami sebagai warga pesantren mengutuk dan mengharamkan semua kegiatan yang dilakukan oleh para teroris," tuturnya.

Ahmad Makky menjelaskan, tindakan yang dilakukan oleh para teroris adalah tindakan di luar kegiatan pesantren dan sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan pesantren.

"Itu adalah aksi balas dendam, bukan jihad," jelas Ahmad.

Dia mengatakan, aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh jaringan teroris merupakan aksi yang konyol.

"Saya yakin aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris adalah aksi yang sangat konyol," katanya.

Untuk itu Ahmad meminta kepada pemerintah dan aparat keamanan, apabila sudah menangkap gembong teroris Noor Din M Top cs untuk memberikan hukuman mati kepada mereka.

"Hukuman mati adalah hukuman yang pantas untuk para teroris, dan untuk membuat jera para pengikut teroris," tandas Ahmad Makky. (Ant/soe)

Sumber: Wartakota.Co.Id