Perpajakan Akan Masuk dalam Kurikulum Pendidikan

22 November 2016 Berita Pendidikan


Dalam rangka meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat membayar pajak, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akan melakukan edukasi perpajakan dalam kurikulum pendidikan. Pembelajaran mengenai pajak tersebut diberlakukan untuk pendidikan dasar hingga tinggi.

Edukasi Kesadaran Pajak dalam Sistem Pendidikan Nasional ini diharapkan bisa menyadarkan masyarakan wajib pajak sejak usia muda.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Hestu Yoga mengatakan mengenai materi pajak dimasukkan ke dalam kurikulum sudah ada peraturannya di Kemenristekdikti.

Selain itu, Hestu menilai selama ini sosialisasi hanya fokus pada sisi hilir, seperti tentang pelaporan pajak, pemeriksaan harta, dan lain sebagainya.

"Kita juga harus fokus pada sisi hulunya, yakni pada level di mana wajib pajak potensial mendapat pembelajaran dan pemahaman yang tepat mengenai pajak," kata Hestu.

Menurut Hestu, pajak sangat berpengaruh besar membiayai negara, yakni sebersar 65% atau Rp1.355 triliun. Untuk itu masyarakat harus mengerti dan bisa ikut berkontribusi dalam pembiayaan negara.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)