Permen Pelega Tenggorokan dari Kayu Putih

24 Januari 2014 Berita Pendidikan


Kita mengenal tanaman kayu putih sebagai bahan baku minyak oles penghangat tubuh. Manfaat ekstrak kayu putih sudah lama dikenal masyarakat. Ekstrak yang dikemas dalam bentuk minyak gosok ini, setia menemani usia anak maupun dewasa. Ketika badan terasa tidak enak, minyak kayu putih sering digunakan sebagai penghangat dan pengobatan sementara. Namun fungsi ekstrak kayu putih ternyata tak hanya sebatas itu. Dengan pemanfaatan maksimal, ekstrak kayu putih bisa menjelma menjadi permen. Namun, di tangan dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), tanaman kayu putih digunakan sebagai bahan baku pembuat permen.

Dia adalah Hanny Wijaya, dosen IPB dari Departemen Ilmu dan Teknologi pangan Fakultas Teknologi Pertanian yang berhasil membuat permen rasa kayu putih. Permen tersebut diberi nama Cajuputs Candy, mengambil nama ilmiah tanaman kayu putih, Melaleuca Cajuputi Roxb.

Inspirasi Hanny dalam menciptakan permen kayu putih ini berasal dari kenangan masa lalunya. Dulu, neneknya sering mengolesi minyak kayu putih ke badan saat cuaca dingin.

"Memori masa lalu ini menggerakkan saya untuk menciptakan sesuatu yang terbuat dari ekstrak kayu putih, namun bisa dikonsumsi," ujar Hanny Kamis (23/1/2014).

Permen kayu putih tersebut merupakan hasil penelitian yang dilakukan Hanny bersama timnya sejak 1996. Dia menjelaskan, minyak kayu putih merupakan hasil penyulingan daun dan ranting tanaman kayu putih yang memiliki aroma khas. Hasil penyulingan ini, lanjutnya menjadi bahan baku dalam pembuatan Cajuputs Candy.

Pembuatan Cajuputs Candy sangan sederhana. Minyak kayu putih hasil penyulingan tadi dimasak dan dicampur dengan glukosa, gula pasir, peppermint oil dan air.

Hanny mengklaim, permen kayu putih buatannya dapat menghangatkan tubuh, melegakan tenggorokan dan mencegah karies gigi. Bahkan, Cajuputs Candy dapat mencegah gigitan nyamuk. Hal ini terjadi karena saat mengulum permen, aroma kayu putih meluar dari mulut dan membuat nyamuk kabur.

"Ada seorang TNI penjaga istana bercerita, saat memakan permen kayu putih, dia tidak merasa digigiti nyamuk lagi," ungkapnya.

Cajuputs Candy menjadi tiket Hannya meraih berbagai penghargaan. Misalnya, Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa dari enam Kementerian RI. Tidak hanya itu, Cajuputs Candy mendapat pengakuan sebagai Asean Food Products pada 13th ASEAN Food Conference 2013 di Singapura. Saat ini Cajuputs Candy Original ditangani oleh PT. Wahana Karya Inovasi dan sudah tersedia di gerai-gerai Serambi Botani di kawasan Kampus IPB.

Dengan riset ini maka bisa dikatakan, konsumen permen kayu putih memperoleh dua manfaat sekaligus. Yaitu, sebagai pelega tenggorokan dan menjaga kesehatan rongga mulut. "Di sinilah masyarakat dan dunia industri harus berpikiran terbuka dan menghargai riset. Jangan sampai bahan baku yang kita miliki harus diolah di luat negeri baru kemudian kita beli kembali, padahal kita punya teknologinya," kata Henny.

Oleh: Iman S
(Dikutip dari berbagai sumber)