Perlu Kendaraan Penjemput Massal

10 Desember 2010 Berita Pendidikan


Kemacetan akibat menumpuknya ratusan kendaraan di sekolah-sekolah menjadi perhatian serius Polrestabes Surabaya.

Bahkan Kasat Lantas Polrestabes AKBP Valentino Tatareda berkali-kali meminta kesadaran pihak sekolah untuk ikut memerhatikan kamacetan.

Sebab, kamacetan tidak hanya mengundang kekecewaan pengguna lain, tetapi juga membuat tidak nyaman seluruh pengguna jalan. Namun, imbauan ini sama sekali tidak menyelesaikan persoalan utama. Akhirnya, pihak kepolisian yang mengalah untuk menerjunkan anggotanya di titik-titik rawan macet.

Dalam hitungan kami ada 13 titik sekolah yang memicu kemacetan. Jam paling rawan adalah jam datang dan pulang sekolah, ungkap Valentino pasrah.

Meski demikian, Polrestabes terus menyosialisasikan agar sekolah mau menerapkan kendaraan jemputan massal.

Solusi yang paling masuk akal adalah menyediakan jemputan yang bisa mengangkut banyak siswa. Kalau sistem antar jemput massal ini bisa diterapkan, kamacetan bisa dihilangkan. Tapi semua sulit direalisasikan, lanjutnya.

Hingga saat ini, hampir semua sekolah tidak menyediakan jasa jemputan massal ini. Humas SMA Santa Maria, Rudy Prasetya, mengaku tidak memiliki mobil tersebut.

Kepala SD Muhammadiyah 4, Solihin Fanani, juga belum menyediakan. Siswa kami masih kecil dan hampir semua diantar pakai mobil. Ini yang tampaknya lebih nyaman bagi keluarga, kata Solihin.

Sumber: surya.co.id