Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia Segera Dibentuk

11 September 2009 Berita Pendidikan


Nantinya di kampus-kampus dibentuk pusat kewirausahaan. Masyarakat entrepreneur yang terbentuk di kampus-kampus itu diharapkan bersatu dalam Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia yang segera dibentuk. Tujuannya supaya persatuan itu dapat menjadi inspirator, katalisator dan agen perubahan untuk membangun dan memperluas masyarakat entrepreneur di Indonesia dengan cara saling berjejaring dan saling belajar antar pusat kewirausahaan dan individu pendidik entrepreneurship di seluruh Indonesia.

Hadir dalam acara pembentukan tim di Jakarta, Kamis (10/9), adalah Ciputra sebagai pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center dan penggagas terbentuknya Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal, dan Hendarman Anwar, Direktur Kelembagaan Depdiknas.

Tim yang terbentuk bertugas untuk menyiapkan pembentukan persatuan entrepreneurship center Indonesia sekaligus menyiapkan seminar internasional entrepreneurship, pengiriman 20 dosen Indonesia ke Global Faculty Visitor Program oleh Kauffman Foundation di Amerika Serikat, partisipasi Indonesia di Global Entrepeneurship Week sebuah kegiatan global simultan dimana 88 negara secara simultan melakukan berbagai kegiatan promosi entrepreneurship di negara masing-masing pada 16-22 November.

Ciputra mengatakan untuk mewujudkan visi diatas diharapkan persatuan ini akan menjadi wadah untuk bertemu dan berjejaring, untuk pembinaan dan pengembangan anggota, baik dalam bentuk pelatihan maupun pemberian award, untuk menyalurkan aspirasi dan advokasi dan untuk mengembangkan sertifikasi pendidik entrepreneurship.

Fasli Jalal mengatakan kewirausahaan mesti menjadi perhatian serius untuk mengatasi pengangguran terdidik. Saat ini ada sekitar satu juta lulusan perguruan tinggi yang menganggur karena berharap mendapat pekerjaan, bukan mencari peluang untuk menciptkan pekerjaan.

Pelatihan dan pendidikan kewirausahaan yang dialami mahasiswa setidaknya dua tahun, kata Fasli, bisa menjadi bekal yang cukup untuk mempersipkan sarjana yang memiliki jiwa wirausaha. Pengalaman itu bisa mendorong mereka mampu membuat proposal program usaha yang baik yang dilirik bank untuk mendapatkan kucuran dana kredit usaha rakyat yang disediakan pemerintah.

sumber: KOMPAS.com