Perguruan Tinggi Terlibat Jual Beli Ijazah Palsu Akan Dijerat 10 Tahun Penjara

23 Mei 2015 Berita Pendidikan


Beredarnya ijazah palsu di masyarakat membuat Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP), Reni Marlinawati mengecam tindakan jual beli ijazah palsu tersebut.

Menurut Reni, Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi harusnya membawa kasus ini ke ranah hukum karena Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi memberikan ancaman pidana penjara dan denda bagi pelaku jual beli sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat 6 dan 7, Pasal 42 ayat 3, Pasal 44 ayat 4.

"Saya mengecam keras adanya dugaan praktik jual beli Ijazah di sejumlah perguruan tinggi. Ini tentu melanggar ketentuan dalam UU Pendidikan Tinggi. Ancaman pidananya penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar," kata Reni.

Selain itu, Reni meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas praktik criminal ini. "Kita juga pertanyakan peran Kemendikti dalam melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap Perguruan Tinggi. Kasus ini justru menunjukkan pemisahan dua kementerian itu belum memberi dampak positif nyata bagi publik," tambahnya.

Oleh: Feliciany H T
(Dikutip dari berbagai sumber)