Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Targetkan 1 Juta Mahasiswa pada 2019

31 Januari 2015 Berita Pendidikan


Angka partisipasi kasar (APK) jenjang pendidikan tinggi Indonesia masih berada di angka 30 % dibandingkan dengan jenjang pendidikan lainnya. Sehingga sebesar 70% anak Indonesia masih belum mendapatkan kesempatan untuk kuliah di perguruan tinggi.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin memaparkan bahwa sekarang mahasiswa di perguruan tinggi keagamaan Islam berjumlah 700 ribu orang. Dan akan ditargetkan kedepannya untuk tahun 2019 ialah sebanyak 1 juta orang. Pendapat tersebut ia paparkan pada kesempatan acara peluncuran Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (UM-PTKIN) di Gedung Kementerian Agama Jalan Thamrin, Jakarta.

Peluncuran tersebut dihadiri pula Sekjen Kemenag Nur Syam mewakili Menteri Agama, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Amsal Bahtiar, para Rektor UIN dan IAIN, serta para Ketua STAIN di Tanah Air.

Menurut Kamaruddin, kualitas bangsa ditentukan juga oleh kontribusi perguruan tinggi. Maka dari itu Kemenag membuka akses agar dapat berkuliah di PTKIN. Ia juga mengatakan, akan memberi kesempatan bagi perguruan tinggi di lingkungan Kemenag untuk membuka program studi (prodi), dengan memperhatikan tata kelola dan mutu pendidikan.

"Dalam masalah prodi, kami fleksibel. Tapi jangan abaikan mutu dan tata kelola," kata Kamaruddin seraya menambahkan, dalam pembukaan prodi baru hendaknya prodi keagamaan tidak diabaikan.

Program yang kini mulai disiapkan yaitu program 5.000 doktor, Dirjen Pendis menyinggung bahwa hal itu merupakan program ambisius yang tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi positif.

"Hampir setiap hari program itu didiskusikan di Pendis, banyak sekali yang harus disiapkan," tambahnya.

Oleh: Faqih F
(Dikutip dari berbagai sumber)