Peran Guru BK Kurang Maksimal

26 Mei 2010 Berita Pendidikan


Guru bimbingan dan konseling (BK) harus mampu tampil mandiri dengan meningkatkan pengetahuan dan wawasannya. Hal itu dapat dilakukan melalui pelatihan dan layanan konseling dengan memanfaatkan teknologi informasi yang saat ini semakin berkembang.

Demikian diungkapkan pengamat pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Muhammad Samsudin di sela pendidikan dan pelatihan guru bimbingan dan konseling di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta, Selasa (25/5/2010).

Samsudin mengatakan, tampil mandiri dan kemampuan yang bertambah akan meningkatkan penampilan guru bimbingan dan konseling, sehingga dapat menghapus anggapan bahwa guru bimbingan dan konseling kurang berperan dalam meningkatkan mutu pendidikan.

"Anggapan itu bisa disebabkan berbagai faktor, di antaranya sebagian besar dasar ilmu guru bimbingan dan konseling bukan ilmu untuk menjadi guru bimbingan dan konseling," katanya.

Menurut dia, banyak guru bimbingan dan konseling yang dasar ilmunya tidak sesuai dengan ilmu yang telah diambil sebelumnya. Akibatnya, kata dia, guru bimbingan dan konseling tersebut tidak memahami yang harus dilakukannya.

"Apa yang dilakukan pada akhirnya lebih kepada hal-hal administratif. Bahkan, sampai timbul anggapan di kalangan siswa bahwa guru bimbingan dan konseling adalah orang yang galak dan hanya menangani siswa nakal," katanya.

Penulis: LTF/Editor: latief

Sumber: ant (kompas.com)