Berita Pendidikan
26 April 2010

Penyebaran Guru Pengaruhi Kualitas Pendidikan

SANGGAU. Penyebaran guru yang tidak merata sangat memengaruhi kualitas pendidikan. Harus diakui jumlah guru di Kabupaten Sanggau terbilang mencukupi.

Sebenarnya jika melihat kondisi sekarang, persoalan kekurangan guru dapat ditanggulangi jika penyebarannya merata, ungkap Ketua Dewan Pendidikan Sanggau, FX Suparman, beberapa waktu lalu.

Distribusi guru saat ini tidak merata dan cenderung menumpuk di suatu wilayah. Tak heran bila beberapa daerah kekurangan guru. Sementara di wilayah lain justru berlebihan. Guna pemerataan distribusi, dia mendesak Pemkab mengeluarkan kebijakan strategis yang mengatur distribusi tenaga pengajar.

Kita lihat sekolah di pusat keramaian kelebihan guru. Ini tidak berimbang dengan kondisi di pelosok, ada sekolah hanya memiliki dua atau tiga bahkan satu guru saja, ungkap Suparman.

Parahnya, ungkap Suparman, bahkan ada kepala sekolah yang rangkap jabatan, misalnya, ada kepala sekolah yang merangkap menjadi tenaga administrasi, sekaligus menjadi guru yang mesti mengajar dari kelas satu ke kelas lain. Kondisi seperti ini jelas memengaruhi mutu pendidikan.

Ini sangat memprihatinkan. Karena menumpuknya pekerjaan dan tanggung jawab, terpaksa kepala sekolah mengangkat guru honor dengan gaji sekitar Rp 200 ribu per bulan, terangnya

Di sisi lain, penyebaran guru di pusat kota tidak dapat dibendung. Penumpukan guru disebabkan berbagai hal, di antaranya banyak guru perempuan yang mengikuti tugas suami dan berbagai alasan lain.

Secara kemanusiaan kita dapat memahaminya dan tidak bisa kita bendung. Karena memang sebagian besar guru kita adalah perempuan, dan mereka yang pindah ke pusat kota dikarenakan mengikuti suaminya bekerja, terangnya.

Terkait dengan inisatif kepala sekolah untuk mengangkat tenaga honorer, Suparman berharap, mereka juga mesti mendapat perhatian. Sebab, rata-rata per bulan honorer hanya mendapat gaji sekitar Rp 200 dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jika dihitung-hitung dengan kebutuhan saat ini, nilai tersebut jauh dari mencukupi.

Bagaimana pun, tenaga mereka sangat kita butuhkan. Karena itu kita mesti memberikan apresiasi pada mereka dengan memberikan gaji yang sesuai, ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu melibatkan masyarakat dan swasta atau perusahaan untuk turut serta mengatasi persoalan tersebut. Misalnya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), di mana perusahaan berkewajiban membantu memberikan bantuan pembiayaan gaji guru honor. (dri)

Sumber: equator-news.com

Berita Pendidikan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris