Penyaluran Beasiswa Miskin Dipermudah

14 Oktober 2010 Berita Pendidikan


Jakarta, 12/10/2010 (Kominfo-Newsroom) Pemerintah akan mempermudah penyaluran beasiswa bagi siswa miskin. Jaminan beasiswa akan diberikan sebelum siswa mengikuti jenjang pendidikan di atasnya. Hal ini dilakukan agar siswa miskin mendapatkan kepastian menerima beasiswa.

Menteri Pendidikan Nasional (Mohammad Nuh) mengatakan selama ini pengurusan beasiswa miskin untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP) dilakukan setelah siswa masuk ke sekolah itu. Hal ini tidak menjamin kepastian siswa tersebut mendapatkan beasiswa siswa miskin. "Oleh karena itu, dipastikan bahwa dia (siswa miskin) nanti begitu masuk SMP sudah dapat," katanya usai membuka Seminar Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (12/10).

Menurut Mendiknas, siswa sekolah dasar (SD) yang mendapatkan beasiswa siswa miskin harus diberikan garansi untuk melanjutkan ke SMP. "Kalau dia mendaftar dulu ke SMP tanpa ada jaminan mendapatkan beasiswa, maka dia tidak mau. Oleh karena itu, kita pastikan lulusan-lulusan SD dapat beasiswa agar pasti masuk SMP. Demikian juga dari SMP ke SMA dan SMA ke perguruan tinggi," katanya.

Mendiknas menyebutkan saat ini terdapat 1,7% dari 31 juta siswa SD yang drop out. Sementara yang lulus SD dan tidak melanjutkan ke SMP sebanyak 19%. "Ini tidak boleh dibiarkan, karena pendidikan dasar adalah hak dasar. Pemerintah wajib memberikan layanan itu," ujarnya.

Nuh menambahkan, siswa yang drop out tersebut dikarenakan alasan ekonomi. "Hampir 70% karena alasan ekonomi. Tahun 2011 kita tingkatkan beasiswa untuk anak miskin di SD," ujarnya.

Mendiknas menyebutkan pemerintah menyiapkan beasiswa siswa miskin bagi 2,1 juta siswa SD dan 800 ribu siswa SMP. Beasiswa yang diberikan terutama untuk memenuhi kebutuhan yang selama ini merupakan beban mandiri siswa seperti alat tulis, sepatu dan seragam. Adapun biaya pendidikan siswa sudah dipenuhi melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Sumber: bipnewsroom.info