Pensiun Massal, Probolinggo Kekurangan Ribuan Guru

6 Februari 2012 Berita Pendidikan


PROBOLINGGO Pada kurun waktu 2013-2015, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo dipastikan akan kekurangan tenaga pendidik atau guru. Pasalnya, guru PNS program SD Inpres yang diangkat bersamaan juga akan pensiun pada tahun yang sama.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Probolinggo Rasid Subagyo, pihaknya jelas akan semakin kekurangan guru, dan hanya bisa berharap ada pengangkatan guru massal lagi seperti dulu.

"Kalau yang diharapkan tidak terjadi, maka akan terjadi krisis guru, terutama di jenjang pendidikan SD. Itu akan mulai dirasakan pada 2013 sampai 2015. Yang diangkat bareng, nanti pensiunnya bareng. Sesuai dengan tahun lahir," ungkap Rasid.

Kepala Bidang Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Abdul Wahid memprediksi pada 2015 mendatang, jumlah guru SD diperkirakan akan tinggal separuhnya saja dibandingkan dengan jumlah saat ini.

"Itu prediksi jika melihat data untuk kebutuhan guru SD. Kalau SMP dan SMA tidak terlalu berpengaruh karena tidak termasuk inpres," ungkap Wahid lewat ponsel, Minggu (5/2/2012).

Diketahui, hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo (Dispendik Probolinggo) terhadap jumlah guru di 24 kecamatan menunjukkan, Kabupaten Probolinggo masih mengalami kekurangan guru. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai 2.415 guru di setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SD, sampai SMA atau SMK.

Dari 6.364 guru yang dibutuhkan Dispendik, guru yang ada saat ini hanya 3.949 orang. Jenjang pendidikan yang paling "krisis" guru adalah SD, mencapai 1.449 guru. Selanjutnya SMP sebanyak 641 guru, SMK yang kurang 164 guru, dan SMA yang kurang 161 guru.

"Di jenjang pendidikan SMK, hanya mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Ekonomi yang lebih. Masing-masing dari dua pelajaran itu kelebihan hanya satu guru, sedangkan mata pelajaran lainnya mengalami kekurangan guru. Pada jenjang pendidikan SMA, satu-satunya mata pelajaran yang mengalami kelebihan guru adalah Kimia, yakni empat orang. Mata pelajaran lainnya masih kurang," ungkapnya.

Sumber: kompas.com