Pengenalan Lingkungan Sekolah Melalui MOS

17 Juli 2014 Berita Pendidikan


Orientasi siswa baru penting dilaksanakan, karena merupakan kegiatan yang sangat strategis dalam pembinaan kesiswaan yang bertujuan mengantarkan siswa untuk beradaptasi di sekolah. Pada saat orientasi siswa baru, siswa belajar mengenal lingkungan sekolah yang baru, teman baru, guru baru, budaya belajar, tata tertib sekolah, dan lain-lain. Bagi SMPN I Jakarta, MOS juga menjadi tempat para guru menanamkan nilai dan norma kehidupan, "ujar Hermansyah" sebagai Pembina Osis Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Jakarta. "Intinya kami mengenalkan wawasan wiyata mandala kepada para siswa. Menurut dia, wawasan wiyata mandala adalah suatu pandangan atau sikap menempatkan sekolah sebagai lingkungan pendidikan khususnya bagi siswa yang baru bergabung sebagai keluarga besar.

Dalam pelaksanaan MOS misalnya, siswa putri diharapkan untuk mengikat rambutnya, hal ini bertujuan agar siswa tersebut dapat belajar nilai kerapihan dalam berpakaian, ujarnya. "Nilai kedisplinan juga bisa terlihat dari pembelajaran baris-berbaris ketika hendak melaksanakan upacara," ujarnya.

Etika, sopan santun, kedisiplinan, saling menghargai menjadi faktor utama yang harus ditanamkan pada siswa yang baru. Sementara itu, ketika ditanyai mengenai penggunaan atribut selama masa orientasi, MOS SMPN I Jakarta menerapkan peraturan bahwa siswa putri harus mengenakan pita di rambut dan siswa putra mengenakan topi bola, namun ketika dievaluasi penggunaan atribut ini hanya dilakukan selama dua hari saja.

"MOS harus dilakukan secara mudah, meriah, hemat, efisien, efektif dan tidak membebani siswa atau orang tua sehingga kami akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan kembali atribut tersebut," tuturnya. Selain itu, dia juga menyebutkan peserta MOS tahun 2014 meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2013 yaitu dari jumlah 270 menjadi 278 peserta yang membuktikan bahwa minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMPN I Jakarta tinggi. "Dari jumlah 278 peserta MOS tahun ini, 142 diantaranya merupakan siswa putri dan 136 lainnya adalah putra," katanya.

Oleh: Indra K
(Dikutip dari Antaranews.com)