Pengamat: Transparansi, Itulah Kuncinya

29 April 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA, KOMPAS.com Pengamat pendidikan Anita Lie mengungkapkan, inti dari semua persoalan terkait buruknya hasil ujian nasional 2010 sebetulnya bukan lagi bicara mengenai kualitas pendidikan yang didahulukan, melainkan transparansi.

"Sudah saatnya transparansi di bidang pendidikan dikedepankan. Semua ini tidak akan menjawab persoalan kalau pemerintah tidak serius memerhatikan hal ini," ujar Anita Lie kepada Kompas.com, Rabu (28/4/2010).

Pengamat pendidikan yang juga Guru Besar Unika Widya Mandala Surabaya ini mengatakan, sikap pemerintah terlalu anehterutama para birokrat di bidang pendidikanyang mendikotomikan antara kejujuran dan ujian nasional (UN) terkait buruknya hasil UN tahun ini.

"Jadi, kalau hasil ujian para siswa gagal dianggap jujur, sementara kalau hasilnya bagus menjadi tidak jujur, buat saya itu aneh. Maunya apa sebenarnya dengan UN ini?" ujar Anita.

Anita mengaku, dirinya masih ingat betul Mendiknas Mohammad Nuh pernah berjanji bahwa UN 2010 dijamin berlangsung dengan jujur. "Nyatanya, masih banyak kebocoran juga kok dan hasilnya apa?" ujar peraih gelar doktor Bidang Kurikulum dan Pengajaran dari Baylor University, Texas, Amerika Serikat, ini.

Anita menambahkan, sudah tidak relevan lagi pemerintah membuat dikotomi jujur dan tidak jujur terkait keberhasilan UN sebagai alasan menutupi buruknya hasil UN 2010. Dia menegaskan, kini saatnya pemerintah mengevaluasi semua persoalan terkait evaluasi belajar nasional model UN ini.

"Apakah implikasinya bahwa yang lulus itu tidak jujur. Lalu, UN yang tahun kemarin-kemarin itu bagaimana. Seharusnya semua dibuka kepada publik, bukan cuma publik pendidikan, tetapi semua masyarakat. Kalau perlu, pemerintah melakukan evaluasi semua model ujian tingkat nasional sejak era 10 atau 15 tahun lalu, semua dibuka baik dan buruknya dan diuji di depan publik," ujar Anita.

sumber: kompas.com