Pengamat: Sistem SKS Bukan Prioritas!

26 Agustus 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Rencana BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan menggulirkan sistem satuan kredit semester (SKS) pada tingkat SMP dan SMA dinilai sebagian pengamat pendidikan sebagai rencana yang tidak disertai pemikiran matang. Sistem SKS bukan sebuah upaya prioritas untuk meningkatkan pendidikan saat ini.

Demikian ditegaskan pemerhati dan peneliti bidang pendidikan Erlin Driana kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (25/8/2010). Menurutnya, pemerintah dinilai terlalu cepat untuk memakai sistem ini tanpa memperhatikan realitas yang ada pada kondisi pendidikan di Indonesia yang saat ini begitu timpang.

"Yang utama itu bukan pada sisi jumlah SKS yang harus dipenuhi agar siswa lebih cepat lulus, tapi pada pilihan-pilihan mata pelajaran yang ditentukan berdasarkan minat dan kemampuan siswa. Hal ini nantinya lebih diperlukan siswa untuk kesiapan mereka ke perguruan tinggi," ujar Erlin.

Menurutnya, jauh sebelum rencana tersebut benar-benar digulirkan, sebaiknya pemerintah lebih dulu menyiapkan perangkatnya, yaitu kondisi sekolah dan sumber daya manusianya. Sosialisasi untuk program ini pun harus bagus agar sekolah benar-benar siap menerapkannya.

Pada kesempatan berbeda, Koordinator Education Forum (EF) Suparman mengatakan, dilihat dari konsep idealnya, sistem SKS memang cukup ideal. Hanya, banyak guru belum memahami secara utuh rencana penerapan SKS ini.

"Kalaupun sudah tersosialisasi umumnya mereka masih bingung penerapannya akan seperti apa. Zaman dulu, tahun 1984, juga pakai sistem SKS, cuma penerapannya menggunakan sistem Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK. Nah, kalau ini kan mengadopsi SKS yang ada di di perguruan tinggi," kata Suparman.

Sumber: edukasi.kompas.com