Pengamat Pendidikan: Sekolah Asrama Dinilai Mampu Meredam Tingkat Kriminalitas Anak

14 Januari 2017 Berita Pendidikan


Pelaku kriminalitas kini tak hanya dilakukan orang dewasa. Pelaku juga bisa berasal dari usia anak sekolah. Hal ini merupakan salah satu fenomena yang mesti dilihat secara sistemik.

Prof Arismunandar, selaku pengamat pendidikan mengatakan bahwa sistem sekolah seperti asrama atau boarding school dinilai bisa menjadi salah satu peredam tingkat kriminalitas yang dilakukan anak usia labil.

Mencontoh sistem pendidikan yang diterapkan zaman dulu, bapak pendidikan Ki Hajar Dewantara dengan sistem pendidikan pemondokan / asrama merupakan salah satu penggagas dalam sistem yang kini dikenal dengan boarding school.

Pada sistem asrama ini, para peserta didik termasuk guru dan pengelola sekolah tinggal di asrama yang berada dalam lingkungan sekolah dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu semester diselingi dengan berlibur satu bulan. Sistem ini diharapkan dapat meredam kenakalan remaja.

Arismunandar juga mengatakan bahwa hal ini juga bisa menjadi solusi kedepannya dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia serta demi membentuk sikap sopan serta berkarakter.

Budaya luar yang kini menyambangi anak muda memang sulit untuk diredam. Maka dari itu anak-anak kini bisa jadi korban bahkan pelaku tindak kriminal. Salah satu contoh adalah kasus pengrusakan dan pembakaran kantor DPRD Kabupaten Gowa, Sulsel.

Apik Abdul Gofor selaku tim pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mengatakan bahwa pelaku tersebut diketahui anak-anak yang positif mengonsumsi obat daftar G yang banyak di jual dipasaran bahkan dijual bebas di apotik sehingga anak tersebut tidak berfikir akan dampak ditimbulkan karena tidak sadar dalam melakukan sesuatu perbuatan.

Maraknya peredaran obat tersebut juga tidak terkontrol, meski aparat penegak hukum maupun Pemerintah Daerah terus intens melakukan razia, tetapi masih saja banyak yang beredar dikalangan anak usia sekolah, sehingga diperlukan komitmen yang serius.

"Karakter anak merupakan duplikasi dari lingkungan, bila lingkungan itu tidak steril dan tingkat kriminalitasnya tinggi dan banyak bandar narkotika dan obat maka tentu mereka akan terjerumus karena mengikuti apa dilakukan orang-orang disekitarnya," jelas dia.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)