Penerimaan Siswa SMA/SMK Berharap Jaringan Tak Ngadat Lagi

2 Juli 2010 Berita Pendidikan


Di hari kedua Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau penerimaan siswa baru tingkat SMA/SMK di DKI Jakarta, Jumat (2/7/2010) pagi ini, puluhan ribu orang tua maupun calon siswa dipastikan akan kembali menyerbu sekolah-sekolah negeri.

Jumlahnya akan lebih banyak, karena mereka yang kemarin menunda mendaftar sebagai salah satu strategi agar tidak terlempar ke sekolah pilihan kedua atau ketiga akan mendatangi sekolah-sekolah itu. Sementara itu, orangtua atau calon siswa yang kemarin baru menyerahkan formulir pendaftaran juga akan kembali datang ke sekolah untuk mendapatkan nomor pendaftaran.

Maklum, sepanjang hari kemarin PPDB praktis tidak berjalan. Calon siswa baru bisa menyerahkan formulir pendaftaran. Karena jaringan onlinenya ngadat, panitia PPDB belum bisa mengentri data calon siswa, sehingga nomor pendaftaran belum bisa keluar.

Di SMA Negeri 12 Jakarta Timur, misalnya, komputer mulai ngadat ketika data yang dientri baru tiga calon siswa. Para orangtua dan calon siswa diminta datang lagi selepas pukul 12.00 dengan harapan jaringan sudah "on". Akan tetapi, hingga pukul 14.30 data yang berhasil dientri baru 10 calon siswa.

Calon siswa pun kembali diminta pulang dan datang kembali Jumat pagi ini. Tentu saja dengan harapan jaringan online sudah kembali normal, sehingga data calon siswa berhasil dientri.

Gangguan jaringan ini memang terjadi di seluruh DKI, seperti diakui pihak Dinas Pendidikan DKI. Akibat gangguan itu, praktis seharian kemarin tidak ada data yang berhasil dientri. Semua data yang masuk ke panitia kemarin dipastikan baru dientri pagi ini.

Apa boleh buat, orangtua dan calon siswa pun hanya bisa berharap agar jaringan online PPDB SMA/SMK DKI tidak kembali ngadat. Kalau sampai ngadat lagi, konsekuensinya waktu PPDB yang semula dijadwalkan selesa Sabtu (3/7) haruslah diperpanjang. Dan itu artinya semua jadwal PPDB harus mundur...

Sumber: edukasi.kompas.com