Peneliti Butuh Partner, Siapkah Swasta?

18 Oktober 2010 Berita Pendidikan


JAKARTA - Tidak sedikit karya-karya ilmiah dan penelitian-penelitian dasar (basic research) di Indonesia mandeg tanpa ada tindak lanjut menjadi penelitian yang komperehensif dan mampu dijual dengan baik. Memecahkan persoalan ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, karena industri juga berpeluang besar untuk ambil bagian.

Demikian terungkap dalam jumpa pers pengumuman pemenang Lomba Karya Tulis Beswan Djarum Plus 2010 di Jakarta, Jumat (15/10/2010). Juara LKT Beswan Djarum 2010 dimenangkan oleh Risya Sasri, mahasiswi jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Tanjungpura, Pontianak.

"Apa yang dicapai oleh para pemenang LKT ini baru sebatas langkah research and development, masih ada siklus penelitian lain yang harus dilaksanakan dan tidak harus oleh mereka, para peneliti itu sendiri. Peneliti harus punya partner," ujar Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan yang menjadi salah satu juri LKT.

Anies mengungkapkan, research and development (R & D) bukan sepenuhnya tanggung jawab negara. Di negara-negara seperti Amerika Serikat (AS), Jepang dan Korea Selatan, industri atau swasta sigap mendorong R & D hingga menjadi sebuah penelitian yang tuntas.

"Siklusnya, mulai R & D, marketing, hingga menjadi satu hasil yang utuh dari sebuah penelitian tidak bisa dilakukan sendiri. Ada peneliti yang bisa menjual hasil penelitiannya, ada juga yang tidak. Di sinilah kiranya perlu ada penekanan yang lebih besar terhadap industri," tambah Anies.

Soewarno M Serad, Direktur Public Affair PT Djarum, menambahkan, digelarnya LKT memang bertujuan untuk menghasilkan banyak karya ilmiah yang kelak menjadi langkah awal bagi para calon-calon peneliti. Dia tidak menampik, selama ini banyak karya ilmiah hanya tersimpan di lemari-lemari arsip tanpa ada follow up untuk dijadikan sebagai penelitian yang komperehensif.

"Ini hanya langkah awal dan kami sedang mempersiapkan proceeding sebagai referensi yang bisa dimanfaatkan bagi industri. LKT ini kan sudah berjalan lima tahun, bisa bayangkan, sudah berapa karya ilmiah kalau setiap tahun kami terima hingga ratusan," ujar Soewarno.

Ke depan, lanjut dia, diharapkan pemerintah semakin memperhatikan dan merangkul pihak-pihak swasta yang selama ini sudah banyak "mencuri start" untuk mendukung pemerintah di bidang pendidikan dan penelitian. Kendati begitu, Soewarno tetap berharap agar sinergi tiga pilar yang penting untuk tidak bisa dilupakan agar pendidikan dan penelitian di Tanah Air bisa semakin maju dan berkembang, yaitu pemerintah, swasta dan perguruan tinggi.

sumber: kompas.com