Pendidikan Ribuan Murid di Lereng Merapi Belum Terurus

3 November 2010 Berita Pendidikan


SLEMAN - Pendidikan murid sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di lereng Gunung Merapi, wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang jumlahnya sekitar 3.100 orang belum terurus.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sleman baru akan membuat sekolah darurat.

Berdasarkan pantauan mediaindonesia.com di sejumlah lokasi pengungsian seperti di Wukirsari, Glagahsari, dan Hargobinangun, sama sekali belum ada sekolah darurat yang dibangun. "Untuk sementara saya tidak sekolah, di pengungsian dulu," kata Agus salah seorang murid SD Kiaran, Desa Wukirsari, senin (1/11).

Petugas posko Supratno juga mengaku masalah sekolah masih belum terpikirkan. "Kondisinya masih seperti ini. Kepanikan demi kepanikan terus terjadi, apalagi di sini pengungsi semakin bertambah dari beberapa dusun di wilayah ini," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah sekolah di wilayah yang tidak berbahaya seperti di Kecamatan Pakem, mendapat limpahan murid dari sekolah di Kaliurang. "Di SD Negeri 04 Pakem sini ada beberapa anak limpahan dari SD Kaliurang," kata salah seorang pengajar, Iktiarni.

Menurut guru tersebut, kondisi Merapi yang masih mengeluarkan awan panas membuat situasi pendidikan tidak kondusif. "Seperti yang terjadi pagi hari ini, anak-anak panik bahkan ada yang menangis minta pulang ke tempat pengungsian karena banyak anak-anak yang orang tuanya di tempat pengungsian," katanya.

Tidak hanya di SD setempat, murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 dan 2 Cangkringan juga bubar sewaktu terjadi erupsi, Senin pagi. "Tadi anak-anak pada lari dan sekolah membubarkan pelajaran karena khawatir terjadi apa-apa,"kata Desi Maryati, siswa SMP 2 Cangkringan.

Sumber: mediaindonesia.com